Pumping ASI adalah cara mengeluarkan air susu ibu dengan pompa agar bayi tetap mendapat ASI saat tidak menyusu langsung. Namun, hasil perahan dan kebutuhan tiap keluarga bisa berbeda. Karena itu, mulailah dari tujuan Anda, pilih cara yang nyaman, lalu jaga kebersihan alat setiap kali memakainya. Anda tidak perlu menjadikan banyaknya isi botol sebagai perlombaan.

Kapan Perlu Mulai Pumping ASI?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Anda bisa berlatih beberapa minggu sebelum kembali bekerja atau bersekolah. Dengan begitu, Anda punya kesempatan mengenal alat sebelum harus berpisah dengan bayi. Selain itu, pengasuh dan bayi punya waktu untuk menyesuaikan pemberian susu perah.

Memerah juga dapat membantu ketika bayi belum mampu melekat dengan baik atau payudara terasa terlalu penuh. Namun, tujuannya menentukan seberapa sering dan banyak Anda perlu memerah. Bila menyusui langsung masih terasa sulit, pelajari panduan posisi dan pelekatan untuk ibu baru, lalu minta pendampingan tenaga kesehatan.

Berapa Kali Sebaiknya Memompa dalam Sehari?

Ketika Anda jauh dari bayi, CDC menyarankan pemerahan sesering bayi biasanya minum. Jadi, patokannya mengikuti kebutuhan si Kecil, bukan satu jadwal yang sama untuk semua orang. Cara ini membantu tubuh mempertahankan produksi sesuai kebutuhan. Begitu pula bila Anda memberikan susu perah sepenuhnya, rencanakan kesempatan memerah mengikuti pola minumnya.

Selain itu, jumlah yang bayi perlukan dapat berubah seiring pertumbuhannya. Jika sulit memenuhi kebutuhan saat terpisah, CDC menyebut tambahan sesi sebagai salah satu pilihan. Namun, bicarakan penyesuaiannya dengan konselor laktasi jika Anda mengalami nyeri atau masih kesulitan. Untuk melengkapi dukungan harian, baca juga kebutuhan gizi selama masa menyusui.

Jika Anda kembali bekerja, pikirkan pula tempat membersihkan alat dan menyimpan perlengkapan di antara sesi. Kantor Kesehatan Perempuan Amerika Serikat mengingatkan kebutuhan ini saat memilih pompa elektrik. Selain itu, pastikan Anda mempunyai sumber daya yang sesuai, baik baterai maupun sambungan listrik. Perencanaan perlengkapan membantu Anda menerapkan pilihan metode dalam rutinitas sehari-hari.

Pompa Manual, Elektrik, atau Perah dengan Tangan?

Kantor Kesehatan Perempuan Departemen Kesehatan Amerika Serikat menjelaskan bahwa pompa manual memakai gerakan tangan dan pergelangan. Sementara itu, pompa elektrik memakai baterai atau sambungan listrik. Sebagian alat elektrik memungkinkan Anda memerah kedua sisi sekaligus, sehingga dapat menghemat waktu. Namun, Anda tetap memerlukan tempat untuk membersihkan dan menyimpan perlengkapannya.

Memerah dengan tangan juga merupakan keterampilan yang berguna. Misalnya, Anda dapat memakainya ketika tidak membawa alat atau tidak menemukan sumber listrik. Cara ini membutuhkan latihan dan koordinasi, tetapi biasanya makin mudah setelah terbiasa. Jika bingung memilih, mintalah konselor laktasi membantu menyesuaikan metode dengan kebutuhan Anda, tanpa terburu-buru membeli alat baru.

Persiapan Sebelum Pumping ASI

Pertama, siapkan area yang bersih dan tempat duduk yang nyaman. Menurut Kantor Kesehatan Perempuan Amerika Serikat, melihat foto bayi atau membawa benda yang mengingatkan Anda kepadanya dapat membantu saat memulai. Selain itu, duduk tenang dan membayangkan suasana yang menenangkan bisa membantu Anda lebih rileks.

Kemudian, periksa kebersihan wadah dan bagian pompa yang akan menyentuh payudara atau susu. Panduan kebersihan CDC menganjurkan cuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik sebelum pemakaian. Jika Anda memerlukan pengingat langkahnya, simak panduan membersihkan tangan dengan benar. Periksa pula selang dan komponen lain; ganti selang yang berjamur.

Berapa Lama Pumping dan Haruskah Terasa Sakit?

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menjelaskan bahwa aliran susu kadang membutuhkan waktu untuk mulai keluar. Karena itu, pilih waktu yang tenang dan jangan panik ketika tetesan belum langsung muncul. Frekuensi serta banyaknya perahan bergantung pada alasan Anda memerah. Mintalah bantuan bila Anda membutuhkan rencana sesi yang sesuai dengan kondisi Anda dan bayi.

Namun, pemerahan seharusnya tidak membuat puting memar atau terjepit corong. NHS menyarankan Anda menaikkan kekuatan isap secara perlahan, karena pengaturan tinggi sejak awal dapat melukai puting. Selain itu, ukuran corong harus sesuai. Bila nyeri muncul, hentikan pemerahan yang menyakitkan dan periksa kecocokan alat bersama tenaga kesehatan; jangan memaksakan diri mengejar isi botol.

Kebersihan Alat Setelah Pumping ASI

Menurut panduan kebersihan pompa CDC, segera lepaskan dan bersihkan bagian yang bersentuhan dengan susu setelah setiap pemakaian. Selanjutnya, bilas sisa susu dan cuci sesuai petunjuk produsennya. Biarkan komponen mengering dengan udara sampai tuntas. Jangan menggosoknya dengan lap untuk mempercepat pengeringan, karena lap dapat memindahkan kuman.

Selain itu, CDC menekankan sanitasi tambahan terutama untuk bayi berusia kurang dari 2 bulan, bayi prematur, atau bayi dengan kekebalan lemah. Ikuti petunjuk produsen mengenai bahan yang boleh menerima uap atau perebusan. Setelah selesai, simpan alat yang benar-benar kering di tempat terlindung. Untuk pengelolaan hasil perahan, lanjutkan ke panduan wadah dan penyimpanan susu perah.

Kapan Harus Meminta Bantuan?

Jika pemerahan terus terasa sulit atau tidak nyaman, NHS menyarankan bantuan bidan atau pendamping menyusui. Begitu pula bila puting memar, terjepit, atau Anda kesulitan menemukan ukuran corong yang pas. Untuk bayi prematur atau bayi yang sedang sakit, tanyakan kebutuhan penanganan susu kepada tim perawatannya, karena panduan khusus mungkin diperlukan.

Mulailah pumping ASI dengan satu sesi latihan yang tenang, alat bersih, dan kesempatan meminta bantuan. Kemudian, sesuaikan rutinitas dengan kebutuhan bayi serta kenyamanan Anda. Dukungan yang tepat lebih berguna daripada memaksakan jadwal atau membandingkan hasil perahan dengan orang lain.

Sumber rujukan

  1. CDC. 2026. Pumping Breast Milk.
  2. CDC. 2024. How to Clean and Sanitize Breast Pumps.
  3. NHS. 2026. Expressing and storing breast milk.
  4. Office on Women’s Health. 2025. Pumping and storing breastmilk.

Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.