Enam langkah cuci tangan yang benar menurut WHO membutuhkan waktu sekitar 40 sampai 60 detik bila Anda memakai sabun dan air mengalir. Sementara itu, cuci tangan dengan hand sanitizer berbasis alkohol cukup 20 sampai 30 detik. Namun, banyak orang bingung karena sumber lain menyebut angka 20 detik. Artikel ini menjelaskan asal perbedaan angka itu, urutan 6 langkah cuci tangan, serta kapan sabun lebih tepat daripada hand sanitizer.

Berapa Detik Cuci Tangan yang Benar?

Jawabannya bergantung pada cara Anda membersihkan tangan. Untuk cuci tangan pakai sabun, poster panduan WHO mematok durasi 40 sampai 60 detik. Kementerian Kesehatan RI juga menganjurkan minimal 40 sampai 60 detik dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Bahkan, Kemenkes mengingatkan bahwa air saja tidak cukup untuk membunuh kuman penyebab penyakit.

Sebaliknya, untuk cairan pembersih tangan berbasis alkohol (handrub), WHO menyebut 20 sampai 30 detik. Agar lebih mudah, perhatikan ringkasan berikut.

CaraWHOCDC
Sabun dan air mengalir40–60 detik untuk seluruh prosesGosok minimal 20 detik
Hand sanitizer berbasis alkohol20–30 detikSekitar 20 detik sampai tangan kering

Kenapa Ada Angka 20 Detik dan 40 Detik?

Sebenarnya kedua angka itu tidak saling bertentangan. Perbedaannya terletak pada bagian proses yang mereka ukur. WHO menghitung seluruh prosedur, mulai dari membasahi tangan, menggosok, membilas, sampai mengeringkan tangan. Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) hanya menghitung waktu menggosok, yaitu minimal 20 detik.

Jadi, kalau Anda menggosok tangan selama 20 detik lalu membilas dan mengeringkannya dengan benar, total waktunya kurang lebih sudah mendekati anjuran WHO. Intinya, jangan berhenti menggosok sebelum semua bagian tangan tersentuh sabun, termasuk punggung tangan, sela jari, dan bagian bawah kuku.

6 Langkah Cuci Tangan yang Benar Menurut WHO

Pertama, basahi kedua tangan dengan air bersih yang mengalir. Air hangat maupun dingin sama-sama boleh Anda pakai. Setelah itu, tuang sabun secukupnya sampai busanya bisa menutupi seluruh permukaan tangan. Kemudian, lakukan 6 gerakan berikut secara berurutan.

  1. Gosok kedua telapak tangan. Pertemukan telapak kanan dan kiri, lalu gosok dengan gerakan memutar.
  2. Gosok punggung tangan. Selanjutnya, letakkan telapak kanan di atas punggung tangan kiri dengan jari saling menyilang, lalu ganti sisi.
  3. Bersihkan sela-sela jari. Setelah itu, rapatkan kedua telapak tangan dengan jari saling menyilang, lalu gosok maju mundur.
  4. Kunci jari-jari. Kemudian, kaitkan jari kedua tangan dan gosok punggung jari ke telapak tangan yang lain.
  5. Putar ibu jari. Lalu, genggam ibu jari kiri dengan tangan kanan dan putar, kemudian ganti sisi.
  6. Gosok ujung jari dan kuku. Terakhir, kuncupkan ujung jari dan putar maju mundur di telapak tangan yang lain secara bergantian.

Setelah keenam gerakan selesai, bilas tangan sampai bersih di bawah air mengalir. Selanjutnya, keringkan tangan dengan handuk bersih atau tisu sekali pakai. Selain itu, WHO menyarankan Anda menutup keran memakai tisu atau lap tersebut, supaya tangan yang sudah bersih tidak kotor lagi.

Langkah Membersihkan Tangan dengan Hand Sanitizer

Gerakan dengan hand sanitizer pada dasarnya sama dengan 6 gerakan di atas, hanya saja tanpa air. Pertama, tuang cairan secukupnya ke telapak tangan sesuai petunjuk pada label. Kemudian, ratakan ke seluruh permukaan tangan dan lakukan keenam gerakan tadi. Akhirnya, gosok terus sampai tangan benar-benar kering. CDC mengingatkan agar Anda tidak membilas atau mengelap cairan itu sebelum kering.

Selain itu, pilih produk yang mengandung alkohol minimal 60%. Anda bisa memeriksa kadar ini pada label kemasan.

Kapan Anda Perlu Cuci Tangan Pakai Sabun?

Teknik yang benar baru bermanfaat bila Anda melakukannya pada saat yang tepat. Berdasarkan anjuran Kemenkes dan CDC, biasakan mencuci tangan pada momen berikut.

  • Sebelum, selama, dan sesudah menyiapkan makanan.
  • Sebelum dan sesudah makan.
  • Setelah memakai toilet atau mengganti popok anak.
  • Sebelum dan sesudah merawat orang sakit, termasuk yang sedang muntah atau diare.
  • Sebelum dan sesudah merawat luka.
  • Setelah membuang ingus, batuk, atau bersin.
  • Setelah menyentuh hewan, pakan atau kotoran hewan, dan sampah.
  • Kapan pun tangan terlihat kotor.

Kebiasaan ini juga sejalan dengan upaya menjaga daya tahan tubuh saat pancaroba, ketika banyak orang di sekitar kita mudah sakit. Selain itu, cuci tangan sebelum makan termasuk langkah sederhana untuk mencegah cacingan pada anak.

Sabun atau Hand Sanitizer, Mana yang Lebih Baik?

Menurut CDC, sabun dan air tetap menjadi pilihan terbaik pada sebagian besar situasi. Oleh karena itu, gunakan hand sanitizer hanya ketika Anda tidak menemukan tempat cuci tangan. Meskipun praktis, cairan ini punya beberapa keterbatasan.

  • Tangan tampak kotor atau berminyak. Misalnya, setelah berkebun, bermain di luar, atau memancing, Anda tetap perlu sabun dan air.
  • Ada zat kimia di tangan. Faktanya, hand sanitizer mungkin tidak mampu mengangkat pestisida atau logam berat seperti timbal.
  • Kuman tertentu. Selain itu, CDC menyebut sabun dan air bekerja lebih baik untuk norovirus, Cryptosporidium, dan Clostridioides difficile.

Bila anak memakai hand sanitizer, dampingi mereka agar cairan itu tidak tertelan. CDC menekankan pengawasan ini terutama di sekolah dan tempat penitipan anak.

Tips Agar Anak Mau Cuci Tangan Cukup Lama

Anak biasanya menggosok tangan hanya beberapa detik lalu buru-buru membilasnya. Karena itu, CDC menyarankan cara sederhana: senandungkan lagu “Selamat Ulang Tahun” dari awal sampai akhir sebanyak dua kali. Dengan begitu, anak punya penanda waktu tanpa perlu melihat jam.

Selain itu, Anda bisa mencontohkan keenam gerakan sambil menyebut namanya satu per satu. Lalu, letakkan sabun dan handuk kecil di tempat yang mudah anak jangkau. Kebersihan rumah yang lain, seperti rutin menguras bak mandi, juga lebih mudah anak tiru bila orang tua melakukannya bersama.

Singkatnya, cuci tangan yang benar butuh 40 sampai 60 detik dengan sabun, atau 20 sampai 30 detik dengan hand sanitizer, dan keduanya memakai 6 gerakan yang sama. Mulai hari ini, coba hitung waktu cuci tangan Anda sebelum makan. Setelah itu, ajak anggota keluarga lain melakukan hal yang sama.

Sumber rujukan

  1. WHO. 2009. How to Handwash? With Soap and Water.
  2. WHO. 2009. How to Handrub? With Alcohol-Based Formulation.
  3. Kementerian Kesehatan RI. 2023. Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Mencuci Tangan Pakai Sabun?
  4. CDC. 2024. About Handwashing.
  5. CDC. 2024. Hand Sanitizer Guidelines and Recommendations.

Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.