Mimisan memang sering membuat panik, apalagi bila darah keluar cukup banyak atau terjadi pada anak. Padahal, sebagian besar kasus bisa Anda tangani sendiri di rumah dengan langkah sederhana: duduk, condongkan kepala ke depan, lalu jepit bagian lunak hidung selama sekitar 10 menit. Selanjutnya, artikel ini membahas penyebab, cara yang benar, kesalahan yang sebaiknya Anda hindari, dan tanda bahaya yang membutuhkan dokter.

Apa Itu Mimisan?

Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, mimisan atau epistaksis adalah keluarnya darah dari lubang hidung. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau kedua lubang hidung, dan dapat menimpa siapa saja di segala usia. Tingkat keparahannya bergantung pada sumber perdarahan, banyaknya darah, lama berlangsungnya, serta penyebabnya.

Mimisan Terjadi Karena Apa?

Pada banyak orang, pemicunya ternyata sepele. Layanan kesehatan nasional Inggris, NHS, menyebut tiga pemicu yang umum, yaitu kebiasaan mengorek hidung, membuang ingus terlalu keras, dan bagian dalam hidung yang kering, misalnya akibat perubahan suhu udara.

Selain itu, Kemenkes membagi penyebabnya ke dalam tiga kelompok:

  • Lokal, yaitu dari dalam hidung sendiri: benturan, peradangan, kelainan pembuluh darah, atau masalah bentuk hidung.
  • Sistemik, yaitu dari kondisi tubuh atau lingkungan: kelainan darah seperti hemofilia, udara kering, suhu ekstrem, perubahan ketinggian mendadak, tekanan darah tinggi, infeksi akut, dan obat tertentu.
  • Idiopatik, artinya dokter tidak menemukan penyebab khusus. Menurut Kemenkes, kelompok inilah yang paling sering.

Sementara itu, NHS mencatat beberapa kelompok yang lebih mudah mengalaminya, yakni anak-anak, orang dewasa di atas 45 tahun, ibu hamil, dan orang dengan tekanan darah tinggi.

Cara Menghentikan Mimisan dengan Benar

Jika hidung Anda berdarah, ikuti langkah berikut. Sumber resmi dari Indonesia, Inggris, dan Amerika Serikat memberikan urutan yang mirip:

  • Pertama, duduk tegak lalu condongkan kepala sedikit ke depan, supaya darah tidak mengalir ke tenggorokan.
  • Kedua, jepit bagian hidung yang lunak, tepat di atas lubang hidung, dengan ibu jari dan telunjuk. Kemenkes dan AAP menyebut 10 menit, sedangkan NHS menyebut 10 sampai 15 menit.
  • Ketiga, bernapaslah lewat mulut selama Anda menjepit hidung.
  • Selain itu, tempelkan kompres dingin di pangkal hidung bila ada. Kemenkes menyarankannya, meskipun NHS menilai buktinya belum terlalu kuat.

Setelah perdarahan berhenti, beri hidung waktu untuk pulih. Selama 24 jam, NHS menganjurkan Anda untuk tidak membuang ingus dengan keras, tidak mengorek hidung atau keropeng, serta menghindari minuman panas, alkohol, mengangkat beban berat, olahraga berat, dan berbaring telentang. Di samping itu, Kemenkes menyarankan Anda menjauhi asap dan menjaga udara ruangan tetap lembap.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kebiasaan yang sudah turun-temurun justru bisa membuat keadaan lebih buruk. Hindari hal-hal berikut:

  • Mendongakkan kepala atau berbaring. Kemenkes dan AAP sama-sama melarangnya, karena darah bisa mengalir ke tenggorokan.
  • Menyumpal hidung dengan tisu. AAP tidak menganjurkan Anda memasukkan tisu atau benda lain ke dalam hidung.
  • Mengecek berulang kali. Jangan melepas jepitan sebelum 10 menit, sebab aliran darah bisa kembali.
  • Memakai obat semprot hidung sembarangan. AAP meminta orang tua berkonsultasi dulu dengan dokter anak sebelum memberi tetes atau semprot hidung berobat.

Saat Anak Mimisan

Anak termasuk kelompok yang sering mengalami hidung berdarah. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), pemicunya antara lain kebiasaan mengorek hidung, kebiasaan memasukkan benda kecil ke lubang hidung, pilek, udara kering, dan alergi hidung (rinitis alergi). Jika si Kecil sedang pilek, panduan mengatasi batuk dan pilek pada si Kecil juga bisa membantu.

Langkah pertolongannya sama, tetapi ada beberapa catatan penting:

  • Tetaplah tenang, karena anak mudah menangkap rasa cemas orang tuanya.
  • Minta anak duduk atau berdiri sambil sedikit membungkuk ke depan.
  • Jepit bagian lunak hidungnya selama 10 menit penuh tanpa mengecek.
  • Jika darah belum berhenti, ulangi jepitan selama 10 menit lagi.
  • Bila perdarahan masih berlanjut setelah percobaan kedua, hubungi dokter anak atau segera ke IGD terdekat.

Selain itu, NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter bila anak berusia di bawah 2 tahun mengalami hidung berdarah.

Mimisan yang Berbahaya Seperti Apa?

Pada umumnya, perdarahan hidung tidak berbahaya. Namun, Anda perlu waspada pada beberapa tanda. Batas waktunya memang sedikit berbeda antarsumber. NHS menyarankan ke IGD bila perdarahan berlangsung lebih dari 10 sampai 15 menit, sedangkan Kemenkes memakai patokan lebih dari 20 menit. Jadi, jangan menunggu terlalu lama bila jepitan yang benar tidak berhasil.

Segera cari pertolongan medis atau ke IGD bila muncul salah satu kondisi berikut:

  • Darah tidak berhenti meskipun Anda sudah menjepit hidung dengan benar.
  • Darah keluar sangat banyak, atau Anda menelan darah sampai muntah.
  • Perdarahan terjadi setelah benturan di kepala atau wajah.
  • Anda merasa lemas, pusing, hampir pingsan, atau sulit bernapas.
  • Anak tampak pucat, berkeringat, tidak merespons, atau muntah darah maupun cairan cokelat seperti ampas kopi.

Sebaiknya Anda juga memeriksakan diri ke dokter meskipun tidak darurat bila:

  • Hidung sering berdarah atau terus berulang.
  • Muncul tanda kurang darah (anemia), seperti jantung berdebar, sesak napas, atau kulit lebih pucat dari biasanya.
  • Anda sedang memakai obat pencegah penggumpalan darah, atau punya gangguan pembekuan seperti hemofilia.
  • Perdarahan anak biasanya berlangsung 8 sampai 10 menit setiap kali kambuh. Menurut AAP, dokter mungkin perlu memeriksa kemungkinan gangguan pembekuan darah.

Jangan menyetir sendiri ke rumah sakit bila perdarahan berat. Mintalah orang lain mengantar Anda, lalu bawalah obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

Bila Hidung Berdarah Saat Demam

Kemenkes memasukkan infeksi akut sebagai salah satu penyebab sistemik. Karena itu, perhatikan gejala lain bila perdarahan hidung muncul saat demam. Untuk memantau demam yang tidak stabil, baca juga penyebab demam naik turun. Sementara itu, batas suhu per usia anak ada di artikel kapan demam anak butuh pemeriksaan dokter.

Kesimpulan

Singkatnya, sebagian besar mimisan bisa reda bila Anda duduk, mencondongkan kepala ke depan, dan menjepit bagian lunak hidung sekitar 10 menit. Hindari mendongak, berbaring, dan menyumpal hidung dengan tisu. Akhirnya, bila darah tidak berhenti, keluar sangat banyak, muncul setelah benturan kepala, atau sering kambuh, segera cari pertolongan medis.

Sumber rujukan

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI (RSUP dr. Sardjito). 2024. Mimisan, Bagaimana Penanganannya?
  2. NHS. 2023. Nosebleed.
  3. American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org). 2019. How to Stop a Nosebleed.

Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.