Cara sikat gigi yang benar adalah menyikat semua permukaan gigi selama sekitar dua menit, dua kali sehari, dengan pasta gigi berfluorida. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), waktu terbaiknya adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Meski terdengar sederhana, banyak orang masih melewatkan bagian penting, misalnya sisi dalam gigi. Karena itu, artikel ini membahas langkah menyikat gigi, waktu yang tepat, serta kesalahan yang sering terjadi.

Kenapa Cara Menyikat Gigi Itu Penting?

Gigi berlubang atau karies masih sangat umum, bahkan pada anak. Kemenkes mencatat 41% anak sekolah yang menjalani pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies gigi. Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebut lebih dari 80% orang pernah punya setidaknya satu gigi berlubang saat mencapai usia 34 tahun.

Artinya, kebiasaan kecil di depan wastafel punya peran besar. Selain menyikat gigi, CDC juga menyarankan Anda membersihkan sela gigi, membatasi gula tambahan, dan menghindari rokok. Jadi, sikat gigi adalah fondasi, sedangkan kebiasaan lain melengkapinya.

Kapan Waktu Sikat Gigi yang Benar?

Kemenkes menganjurkan Anda menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Senada dengan itu, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyarankan sikat gigi dua kali sehari, yaitu terakhir kali sebelum tidur dan satu waktu lain. Oleh karena itu, jangan lewatkan sesi malam meskipun Anda sudah mengantuk.

Lalu, bagaimana bila Anda baru menyantap makanan atau minuman yang asam? Asosiasi Dokter Gigi Amerika (ADA) menyarankan Anda menunggu sekitar satu jam sebelum menyikat gigi. Selama jeda itu, air liur membantu membersihkan asam sehingga lapisan email gigi kembali mengeras.

Banyak orang juga bertanya apakah boleh sikat gigi tiga kali sehari. Pedoman resmi memakai dua kali sehari sebagai patokan minimal. Bila Anda ingin menambah sesi, misalnya setelah makan siang, sikatlah dengan lembut dan perhatikan jeda setelah makanan asam.

Langkah Cara Sikat Gigi yang Benar

Berikut urutan yang bisa Anda ikuti setiap pagi dan malam. Langkah ini merangkum anjuran NHS dan ADA.

  1. Pertama, pilih sikat gigi berbulu lembut dengan kepala yang cukup kecil agar bisa menjangkau gigi belakang.
  2. Kedua, oleskan pasta gigi berfluorida. Untuk orang dewasa, NHS menyarankan kadar fluorida minimal 1.350 ppm (bagian per sejuta).
  3. Selanjutnya, arahkan sikat dengan sudut 45 derajat ke garis gusi.
  4. Kemudian, gerakkan sikat maju-mundur secara lembut dengan sapuan pendek selebar satu gigi.
  5. Setelah itu, sikat permukaan luar, permukaan dalam, dan permukaan kunyah setiap gigi.
  6. Untuk sisi dalam gigi depan, tegakkan sikat lalu buat beberapa sapuan naik-turun.
  7. Lalu, lakukan semua langkah ini selama sekitar dua menit.
  8. Terakhir, ludahkan sisa pasta gigi, tetapi jangan langsung berkumur dengan banyak air.

Sikat gigi elektrik maupun manual sama baiknya, asalkan Anda membersihkan semua permukaan gigi dan memakai pasta berfluorida. Namun, sebagian orang merasa sikat elektrik lebih memudahkan, menurut NHS.

Perlukah Berkumur Setelah Sikat Gigi?

NHS menyarankan Anda cukup meludahkan sisa pasta gigi tanpa langsung berkumur. Alasannya, air kumur membilas fluorida yang masih menempel sehingga efek perlindungannya berkurang. Sementara itu, panduan Ayo Sehat dari Kemenkes menyarankan berkumur cukup satu kali. Jadi, bila Anda tetap ingin berkumur, lakukan sekali saja.

Bagaimana dengan obat kumur berfluorida? NHS menyarankan Anda memakainya di waktu lain, misalnya setelah makan siang, bukan sesaat setelah sikat gigi. Setelah memakai obat kumur berfluorida, tunda makan dan minum selama 30 menit.

Seberapa Sering Mengganti Sikat Gigi?

ADA menyarankan Anda mengganti sikat gigi setiap tiga sampai empat bulan. Bahkan, gantilah lebih cepat bila bulu sikat sudah mekar atau rusak.

Jangan Lupa Membersihkan Sela Gigi

Sikat gigi sulit menjangkau celah sempit di antara gigi. Karena itu, NHS menyarankan Anda memakai benang gigi (dental floss) sebelum menyikat gigi. Sebagai alternatif, Anda bisa memakai sikat sela gigi, terutama bila ada celah di antara gigi.

Sebaliknya, NHS tidak menyarankan tusuk gigi kayu karena bisa melukai gusi dan memicu infeksi. Selain itu, Kemenkes menyarankan buah berserat seperti apel, melon, atau pepaya sebagai pencuci mulut, alih-alih mencungkil gigi dengan tusuk gigi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sikat Gigi

  • Menyikat terlalu singkat, padahal anjurannya sekitar dua menit.
  • Hanya menyikat permukaan luar sehingga sisi dalam dan permukaan kunyah terlewat.
  • Langsung berkumur dengan banyak air sehingga fluorida ikut terbilas.
  • Memakai sikat yang bulunya sudah mekar.
  • Menyikat gigi segera setelah menyantap makanan atau minuman asam.
  • Sering ngemil makanan manis dan lengket. Kemenkes menyarankan Anda membatasinya, yaitu tidak lebih dari dua kali di antara waktu makan.
  • Menggosok gigi dengan bahan kasar seperti batu bata atau tanah liat. Kemenkes tidak menganjurkan cara ini karena bisa mengikis email gigi.

Selain menyikat gigi, pola makan juga berpengaruh. Untuk panduan porsi harian, Anda bisa membaca panduan Isi Piringku.

Cara Sikat Gigi pada Anak

Anak butuh bantuan atau pengawasan saat menyikat gigi, setidaknya sampai usia 7 tahun, menurut NHS. Untuk takaran pasta gigi, NHS menyarankan olesan tipis bagi anak di bawah 3 tahun dan seukuran biji kacang polong bagi anak usia 3 sampai 6 tahun.

Kemenkes juga mendorong sekolah mengenalkan pasta gigi berfluorida kepada anak. Di rumah, Anda bisa menjadikan sikat gigi bagian dari ritual malam, misalnya sebelum membacakan cerita sebelum tidur. Dengan begitu, sikat gigi terasa seperti bagian alami dari rutinitas. Kebiasaan ini sejalan dengan kebiasaan cuci tangan yang juga perlu anak latih sejak kecil.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Kemenkes menyarankan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan untuk mendeteksi masalah sejak awal. Sementara itu, CDC menyarankan orang dewasa ke dokter gigi minimal setahun sekali. Bila ragu, ikuti anjuran Kemenkes, yaitu enam bulan sekali.

Selain jadwal rutin, jangan menunggu bila Anda merasakan keluhan pada gigi atau gusi. Anda juga bisa memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis untuk pemeriksaan awal.

Kesimpulan

Singkatnya, cara sikat gigi yang benar mencakup pasta berfluorida, sudut 45 derajat ke gusi, semua permukaan gigi, dan durasi sekitar dua menit. Lakukan setelah sarapan dan sebelum tidur, lalu ludahkan pasta tanpa banyak berkumur. Malam ini, cobalah menghitung dua menit saat menyikat gigi dan rasakan bedanya.

Sumber rujukan

  1. Kementerian Kesehatan RI. 2026. 4 dari 10 Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang, Kemenkes Dorong Periksa Gigi Rutin.
  2. Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat). 2016. Cara Mencegah Penyakit Gigi dan Mulut.
  3. NHS. 2025. How to keep your teeth clean.
  4. CDC. 2024. Oral Health Tips for Adults.
  5. American Dental Association (MouthHealthy). 2026. Brushing Your Teeth.
  6. American Dental Association (MouthHealthy). 2026. Dietary Acids and Your Teeth.

Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.