MPASI 8 bulan umumnya masih bertekstur lumat, tetapi lebih kental dan sedikit lebih kasar daripada bulan-bulan pertama, dengan 2 sampai 3 kali makan sehari plus ASI. Selain itu, usia ini merupakan waktu yang baik untuk mulai mengenalkan makanan lunak yang bisa si Kecil genggam sendiri (finger food). Karena itu, artikel ini merangkum panduan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tentang tekstur, frekuensi, porsi, serta contoh menu untuk bayi 8 bulan.
Apa Bedanya dengan Bulan Sebelumnya?
Secara umum, bayi 8 bulan masih berada di kelompok usia 6 sampai 8 bulan dalam panduan pemberian makan. Namun, ia sedang bersiap menuju tahap 9 bulan, ketika tekstur makanannya naik lagi. Menurut WHO, orang tua sebaiknya menambah kekentalan dan variasi makanan secara bertahap seiring bertambahnya usia anak. Dengan kata lain, bulan kedelapan adalah masa transisi.
Jika si Kecil baru mulai makan, baca dulu panduan makan pertama bayi 6 bulan. Sementara itu, bila ia sudah lancar makan di bulan ketujuh, Anda bisa membandingkannya dengan menu dan jadwal makan bayi 7 bulan.
MPASI 8 Bulan Seperti Apa Teksturnya?
Pertama, Kemenkes menyebut bayi usia 6 sampai 9 bulan mendapat makanan lumat. Selain itu, laman Ayo Sehat Kemenkes mencontohkan makanan lunak untuk usia 6 sampai 8 bulan, seperti bubur, kentang tumbuk, pisang, atau alpukat. Kemudian, pada usia 9 sampai 11 bulan, bayi mulai beralih ke nasi tim atau makanan cincang halus.
Sementara itu, NHS (layanan kesehatan nasional Inggris) menyarankan orang tua beralih ke makanan tumbuk yang lebih bertekstur dan finger food pada usia 7 sampai 9 bulan, segera setelah bayi mampu. Jadi, Anda bisa membuat bubur sedikit lebih kental atau menumbuk makanan dengan garpu, alih-alih menyaringnya sampai sangat halus.
Contoh finger food lunak menurut NHS antara lain wortel, brokoli, atau buncis yang matang dan lunak, pisang atau pir yang matang, serta potongan ayam atau tahu yang empuk. Selama bayi makan, tetaplah berada di sampingnya.
Berapa Kali Bayi 8 Bulan Harus Makan dalam Sehari?
WHO menganjurkan 2 sampai 3 kali makan sehari untuk bayi usia 6 sampai 8 bulan, plus 1 sampai 2 kali camilan bila perlu. Demikian pula Kemenkes, yang memakai patokan 2 sampai 3 kali makanan lumat per hari, plus 1 sampai 2 kali makanan selingan serta ASI. Selain itu, WHO menganjurkan ibu terus menyusui sesering mungkin hingga anak berusia 2 tahun atau lebih.
Namun, NHS memakai pendekatan yang sedikit berbeda. Menurut NHS, bayi usia 7 sampai 9 bulan secara bertahap bergerak ke tiga kali makan sehari, sedangkan bayi di bawah 12 bulan belum membutuhkan camilan. Jika bayi tampak lapar di antara waktu makan, NHS menyarankan tambahan menyusu. Karena itu, keluarga di Indonesia bisa berpegang pada panduan Kemenkes, lalu berdiskusi dengan tenaga kesehatan di Posyandu atau puskesmas bila ragu.
Porsi MPASI 8 Bulan: Berapa Sendok?
Soal porsi, Kemenkes menganjurkan mulai dari 2 sampai 3 sendok makan penuh setiap kali makan. Setelah itu, porsinya bertambah perlahan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml. Jadi, porsi bayi 8 bulan bisa berada di antara kedua patokan tersebut, tergantung seberapa lama ia sudah makan.
Meski begitu, kebutuhan setiap bayi bisa berbeda. WHO menekankan pemberian makan yang responsif, yaitu mengenali dan menanggapi tanda lapar serta kenyang pada anak. Artinya, Anda tidak perlu memaksa si Kecil menghabiskan porsinya.
Bayi Umur 8 Bulan Makan Apa Saja?
Pada dasarnya, bayi 8 bulan bisa makan beragam bahan makanan keluarga yang Anda olah sesuai teksturnya. Laman Ayo Sehat Kemenkes menyebut menu MPASI lengkap memuat beberapa kelompok berikut:
| Kelompok | Contoh bahan |
|---|---|
| Karbohidrat | Nasi, kentang, jagung, ubi |
| Protein hewani | Daging sapi, ayam, ikan, telur |
| Protein nabati | Tahu, tempe, kacang-kacangan |
| Lemak sehat | Alpukat, minyak zaitun |
| Sayur dan buah | Brokoli, pepaya, jeruk sebagai sumber vitamin |
Di antara kelompok tersebut, IDAI menekankan protein hewani sejak usia 6 bulan. Sebab, protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dan lebih mudah tubuh serap daripada protein nabati. Selain itu, ikan, telur, ayam, daging, dan hati juga menyumbang zat besi, seng, dan vitamin B12.
Lebih lanjut, IDAI menyebut bayi usia 6 sampai 24 bulan butuh sekitar 10 sampai 12 gram protein per hari. Jumlah ini kira-kira setara dua butir telur kecil, atau empat sendok makan daging, ayam, atau ikan olahan halus. Di samping itu, NHS menyarankan Anda menawarkan beberapa teguk air putih dari gelas terbuka saat makan. Untuk penjelasan lengkapnya, baca juga kapan bayi boleh minum air putih.
Contoh Jadwal MPASI 8 Bulan
Berikut contoh jadwal yang mengikuti patokan Kemenkes, yaitu 3 kali makan dan 1 kali camilan, plus ASI. Anggap saja sebagai gambaran, lalu sesuaikan dengan pola tidur dan menyusu si Kecil.
| Waktu | Contoh kegiatan |
|---|---|
| 06.00 | ASI |
| 07.30 | Makan pagi: bubur kental, telur, dan labu kuning tumbuk |
| 10.00 | ASI |
| 12.00 | Makan siang: bubur kental, ikan, dan tahu |
| 15.00 | Camilan: potongan pisang matang atau alpukat |
| 17.30 | Makan sore: kentang tumbuk, ayam halus, dan brokoli lunak |
| Malam | ASI sesuai keinginan bayi |
Hindari Garam, Gula, Madu, dan Makanan Keras
Menurut NHS, bayi belum membutuhkan tambahan garam karena tidak baik bagi ginjalnya. Bayi juga tidak memerlukan gula atau pemanis. Selain itu, NHS melarang memberi madu sebelum anak berusia 1 tahun karena madu bisa mengandung bakteri penyebab botulisme pada bayi, penyakit yang serius. Sejalan dengan itu, Ayo Sehat Kemenkes menyarankan Anda merebus atau mengukus makanan bayi, serta menghindari makanan gorengan, bergula, bergaram, dan berpengawet.
Kemudian, waspadai makanan yang mudah membuat tersedak. CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) mencontohkan anggur atau tomat ceri utuh, kacang utuh, potongan wortel atau apel mentah yang keras, popcorn, serta permen keras. Oleh karena itu, CDC menyarankan Anda mendudukkan anak tegak saat makan, terus mengawasinya, memotong makanan kecil-kecil, dan memasaknya hingga lunak. Bila Anda memberi telur, NHS menganjurkan memasaknya sampai putih dan kuningnya padat.
Tanda Alergi dan Kapan Harus ke Dokter
NHS menyarankan Anda mengenalkan makanan yang sering memicu alergi satu per satu agar reaksinya mudah terlihat. Menurut NHS, gejala alergi makanan pada bayi bisa berupa bengkak di bibir atau wajah, ruam merah yang gatal, muntah, diare, hingga bersin atau hidung tersumbat. Biasanya, gejala muncul beberapa menit setelah makan, tetapi bisa juga hingga 2 jam kemudian.
Segera bawa si Kecil ke dokter atau IGD bila:
- Ia tampak sulit bernapas, atau lidah dan tenggorokannya bengkak setelah makan, karena NHS menyebut reaksi alergi berat seperti ini sebagai kondisi darurat.
- Gejala alergi ringan muncul berulang setiap kali ia makan bahan tertentu.
- Ia terus-menerus menolak makan, atau berat badannya tidak naik saat Anda menimbangnya.
Lalu, bagaimana dengan berat badan normal bayi 8 bulan? Setiap bayi punya kurva pertumbuhannya sendiri. Karena itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin di Posyandu. Jika si Kecil mulai sulit makan, Anda juga bisa membaca langkah mengatasi anak susah makan.
Kesimpulan: Kunci MPASI 8 Bulan
Singkatnya, MPASI 8 bulan adalah masa transisi: tekstur makin kental, makan 2 sampai 3 kali sehari, porsi bertambah perlahan, dan protein hewani hadir setiap hari. Mulai hari ini, coba satu langkah kecil, misalnya menumbuk makanan dengan garpu alih-alih menyaringnya. Terakhir, tetap pantau pertumbuhan si Kecil di Posyandu dan tanyakan kepada tenaga kesehatan bila Anda ragu.
Sumber rujukan
- Kementerian Kesehatan RI. 2022. Penjelasan Lengkap Soal Pangan Cegah Stunting.
- Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat). 2024. Ingin Si Kecil Tumbuh Optimal? Resep MPASI Lengkap Jawabannya!
- WHO. 2026. Infant and young child feeding (fact sheet).
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2026. Bukan Sekadar Kenyang: Pentingnya Protein Hewani dalam MP-ASI untuk Cegah Stunting.
- NHS Start for Life. 2026. Babies from 7 to 9 months: what to feed your baby.
- NHS. 2026. Foods to avoid giving babies and young children.
- NHS. 2024. Food allergies in babies and young children.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2026. Choking Hazards.
Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.
