MPASI 7 bulan pada dasarnya melanjutkan bulan pertama makan, tetapi dengan porsi, frekuensi, dan tekstur yang naik pelan-pelan. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bayi usia 6 sampai 9 bulan bisa makan 2 sampai 3 kali makanan lumat plus 1 sampai 2 kali selingan, sambil tetap menyusu. Selain itu, porsinya bertahap naik dari 2 sampai 3 sendok makan hingga sekitar setengah mangkuk ukuran 250 ml. Artikel ini merangkum menu, tekstur, porsi, contoh jadwal, dan tanda yang perlu Anda waspadai.
Apa Bedanya MPASI 7 Bulan dengan Bulan Pertama?
Pada bulan pertama, fokus utama adalah mengenalkan rasa dan melatih bayi menelan. Panduan lengkapnya ada di artikel MPASI pertama bayi 6 bulan. Memasuki usia 7 bulan, tujuannya bergeser: bayi perlu makan lebih sering, lebih banyak, dan lebih beragam.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang tua mulai dari porsi kecil, lalu menambah jumlah, kekentalan, dan variasi makanan seiring usia anak. Meski begitu, ASI tetap penting. WHO menganjurkan Anda tetap sering menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.
Berapa Kali Bayi 7 Bulan Makan MPASI dalam Sehari?
WHO menyarankan 2 sampai 3 kali makan per hari untuk bayi usia 6 sampai 8 bulan, plus 1 sampai 2 kali camilan bila perlu. Kemenkes memakai patokan yang serupa, yaitu 2 sampai 3 kali makanan lumat dan 1 sampai 2 kali selingan, bersama ASI.
Sementara itu, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyebut bayi bertahap menuju 3 kali makan sehari mulai sekitar usia 7 bulan. Jadi, angka 2 atau 3 kali sama-sama wajar. Intinya, naikkan frekuensi pelan-pelan sesuai kesiapan bayi Anda.
Porsi MPASI 7 Bulan: Berapa Sendok?
Kemenkes menyarankan Anda memulai dengan 2 sampai 3 sendok makan penuh setiap kali makan. Setelah itu, tambah porsinya perlahan hingga sekitar setengah mangkuk ukuran 250 ml. Karena itu, bayi 7 bulan biasanya berada di tengah perjalanan ini, bukan langsung setengah mangkuk.
Meskipun begitu, angka porsi hanyalah patokan. WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sama-sama menekankan pemberian makan yang responsif. Artinya, Anda memperhatikan tanda lapar dan kenyang, lalu tidak memaksa bayi menghabiskan makanannya.
| Hal | Patokan untuk usia 6 sampai 9 bulan |
|---|---|
| Frekuensi makan | 2 sampai 3 kali makanan lumat (Kemenkes, WHO) |
| Selingan | 1 sampai 2 kali (Kemenkes, WHO) |
| Porsi | Mulai 2 sampai 3 sendok makan, naik perlahan hingga sekitar setengah mangkuk 250 ml (Kemenkes) |
| Tekstur | Lumat, lalu makin kental dan bertekstur (Kemenkes, NHS) |
| ASI | Tetap sering menyusui (WHO) |
MPASI 7 Bulan Apakah Masih Disaring?
Jawabannya, bayi tidak harus terus makan makanan saring yang halus. Kemenkes menyebut tekstur makanan lumat untuk usia 6 sampai 9 bulan. Sementara itu, NHS menyarankan orang tua menawarkan makanan yang makin lumat, sedikit bergumpal, dan bisa bayi pegang sendiri (finger food) seiring bayi makin percaya diri makan.
Dengan kata lain, Anda bisa mulai mengurangi kebiasaan menyaring dan menggantinya dengan menumbuk atau melumatkan makanan. Misalnya, kentang tumbuk, pisang yang Anda lumatkan dengan garpu, atau bubur yang lebih kental. NHS juga menyarankan Anda menawarkan finger food lunak di setiap waktu makan, tetapi menghindari makanan keras seperti wortel atau apel mentah.
Bayi Usia 7 Bulan Bisa Makan Apa Saja?
Kemenkes menyebut MPASI lengkap berisi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, serta sayur dan buah. Berikut contohnya:
- Karbohidrat, misalnya nasi, kentang, jagung, atau ubi (Kemenkes).
- Protein hewani, misalnya ikan, telur, ayam, daging, atau hati (IDAI).
- Protein nabati, misalnya tahu, tempe, atau kacang-kacangan (Kemenkes).
- Lemak sehat, misalnya alpukat atau minyak zaitun (Kemenkes).
- Sayur dan buah, termasuk sayuran hijau seperti brokoli dan bayam (NHS).
Selanjutnya, beri perhatian khusus pada protein hewani. IDAI menjelaskan bahwa protein hewani mengandung semua asam amino esensial dan lebih mudah tubuh serap daripada protein nabati. Selain itu, daging kaya zat besi dan seng. Menurut IDAI, bayi usia 6 sampai 24 bulan butuh sekitar 10 sampai 12 gram protein per hari, setara 2 butir telur kecil atau 4 sendok makan daging, ayam, atau ikan halus.
Kemenkes juga menyarankan setengah sampai satu butir telur per hari sejak usia 6 bulan. Bahkan, IDAI menyebut anak yang makan lebih dari satu jenis makanan hewani memiliki risiko stunting yang lebih rendah. Jadi, coba variasikan sumbernya dari hari ke hari.
Contoh Jadwal MPASI 7 Bulan
Jadwal berikut hanya contoh. Karena itu, sesuaikan jamnya dengan pola tidur dan menyusu bayi Anda.
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| Pagi | Menyusu |
| Sekitar 08.00 | Makan pertama, misalnya bubur kental dengan telur |
| Sekitar 10.00 | Selingan, misalnya pisang atau alpukat lumat |
| Siang | Makan kedua, misalnya kentang tumbuk dengan ayam dan bayam |
| Sore | Menyusu, lalu makan ketiga bila bayi sudah siap |
| Malam | Menyusu |
Di antara jadwal makan, tetap susui bayi sesuai keinginannya. Bila Anda memberi ASI perah, simak juga kesalahan saat menyimpan ASI perah. Untuk minuman lain, bacalah aturan bayi minum air putih.
Bolehkah MPASI 7 Bulan Pakai Garam dan Gula?
Sebaiknya tidak. NHS menegaskan bayi tidak perlu tambahan garam atau gula, baik di makanan maupun di air rebusannya, karena garam tidak baik untuk ginjal bayi. Begitu pula Kemenkes yang menyarankan Anda menghindari makanan yang mengandung gula, garam, dan pengawet, serta gorengan.
Sebagai gantinya, olah makanan dengan cara merebus atau mengukus, sesuai saran Kemenkes. Selain garam dan gula, NHS juga meminta orang tua menghindari beberapa makanan lain:
- Madu, sampai anak berusia lebih dari 1 tahun, karena risiko botulisme pada bayi.
- Kacang utuh, karena berisiko membuat tersedak. Kacang boleh Anda berikan dalam bentuk tumbuk, bubuk, atau selai yang Anda oleskan ke makanan.
- Kaldu blok dan saus kemasan (gravy), karena kadar garamnya sering tinggi.
- Kerang atau makanan laut yang mentah atau setengah matang.
Untuk telur, NHS menyebut bayi boleh makan telur sejak sekitar 6 bulan. Namun, kecuali telur berlabel jaminan mutu khusus di Inggris, NHS meminta Anda memasak telur sampai putih dan kuningnya matang padat.
Mengenalkan Makanan Baru dan Tanda Alergi
Kemenkes menyarankan Anda mengenalkan makanan baru satu per satu dan memperhatikan tanda alergi. Panduan pemerintah Provinsi Newfoundland dan Labrador, Kanada, menjelaskan lebih rinci: kenalkan satu jenis makanan pemicu alergi per hari, lalu tunggu dua hari sebelum mencoba makanan pemicu alergi berikutnya. Panduan itu juga menyebut bahwa menunda pengenalan makanan ini tidak mencegah alergi.
Menurut panduan yang sama, reaksi ringan bisa berupa wajah memerah, biduran atau ruam gatal, hidung tersumbat, mata berair, diare, atau muntah. Reaksinya bisa muncul dalam hitungan menit hingga enam jam atau lebih setelah makan. Bila keluarga Anda punya riwayat alergi makanan, bicarakan dulu dengan dokter sebelum mengenalkan telur, kacang, atau ikan.
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Bila bayi menunjukkan reaksi apa pun setelah makan, hentikan pemberian makanan itu dan konsultasikan ke dokter. Namun, bawa bayi ke IGD terdekat segera bila muncul tanda reaksi berat berikut:
- Bibir, mulut, lidah, mata, atau wajah membengkak.
- Biduran menyebar dengan cepat.
- Bayi sulit bernapas atau menelan, atau suaranya serak.
- Wajah atau bibir tampak pucat atau kebiruan.
- Bayi tampak sangat lemas atau tidak sadar.
Selain itu, periksakan bayi bila ia terus menolak makan dalam waktu lama atau berat badannya tidak naik saat Anda timbang rutin di posyandu. Bila si Kecil mulai sulit makan, cobalah juga langkah mengatasi anak susah makan. Lalu, saat bayi sakit, WHO menyarankan Anda menambah cairan, termasuk menyusui lebih sering, serta menawarkan makanan lunak kesukaannya.
Kesimpulan
Singkatnya, MPASI 7 bulan berarti naik bertahap: 2 sampai 3 kali makan, 1 sampai 2 kali selingan, porsi yang tumbuh dari beberapa sendok, dan tekstur yang makin kental. Selain itu, prioritaskan protein hewani, hindari garam, gula, serta madu, dan tetap susui bayi. Mulai minggu ini, coba ganti satu menu saring dengan menu lumat dan amati respons si Kecil.
Sumber rujukan
- Kementerian Kesehatan RI. 2022. Penjelasan Lengkap Soal Pangan Cegah Stunting.
- Kementerian Kesehatan RI. 2024. Ingin Si Kecil Tumbuh Optimal? Resep MPASI Lengkap Jawabannya!
- WHO. 2026. Infant and young child feeding.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2026. Bukan Sekadar Kenyang: Pentingnya Protein Hewani dalam MP-ASI untuk Cegah Stunting.
- NHS. 2026. Your baby's first solid foods.
- NHS. 2026. Foods to avoid giving babies and young children.
- Government of Newfoundland and Labrador. 2020. Food Allergies (Healthy Eating for Babies Age 6-12 Months).
Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.
