Cara menyapih anak yang paling dianjurkan adalah secara bertahap, yaitu mengurangi satu sesi menyusu setiap kali, lalu menunggu beberapa hari sebelum mengurangi sesi berikutnya. Dengan cara ini, anak punya waktu untuk menyesuaikan diri, dan payudara ibu tidak tiba-tiba penuh lalu bengkak. Namun, banyak orang tua masih bingung menentukan kapan waktu yang tepat dan bagaimana menghadapi anak yang rewel. Artikel ini membahas waktu menyapih, langkah-langkahnya, pengganti ASI sesuai usia, serta cara merawat payudara selama proses ini.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menyapih?

Pertama, perlu Anda ketahui bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Setelah itu, WHO menyarankan ibu terus menyusui hingga anak berusia 2 tahun atau lebih, sambil memberikan makanan pendamping ASI.

Senada dengan itu, layanan kesehatan Inggris (NHS) menyebut bahwa waktu menyapih adalah keputusan ibu dan anak. Menurut NHS, menyusui tetap bermanfaat setelah usia 6 bulan, dan tidak ada alasan untuk berhenti sebelum anak berusia 2 tahun bila keduanya masih ingin melanjutkan. Jadi, tidak ada satu tanggal pasti yang berlaku untuk semua keluarga. Bila anak Anda baru memulai makan, baca juga panduan MPASI pertama bayi 6 bulan.

Selain itu, artikel Kementerian Kesehatan RI menyarankan agar penyapihan dimulai saat anak dalam kondisi sehat. Pasalnya, anak yang sedang sakit akan lebih sulit melewati proses ini.

Cara Menyapih Anak Secara Bertahap

Menurut NHS, menyapih bertahap membantu ibu dan anak beradaptasi, sekaligus mencegah payudara bengkak dan radang payudara (mastitis). Berikut langkah yang bisa Anda ikuti:

  1. Pertama, pilih satu sesi menyusu yang paling mudah Anda hentikan. Menurut NHS, urutannya bebas, jadi sesuaikan dengan rutinitas keluarga Anda.
  2. Kedua, ganti sesi tersebut sesuai usia anak (lihat tabel di bawah), lalu biarkan anak dan tubuh Anda beradaptasi selama beberapa hari.
  3. Selanjutnya, setelah keduanya terbiasa, kurangi satu sesi lagi. Sebagian ibu memilih mempertahankan sesi menyusu malam hari paling akhir karena sesi ini memberi rasa nyaman.
  4. Terakhir, ulangi sampai seluruh sesi berhenti. NHS menyebut prosesnya bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Perlu Anda ingat, NHS menjelaskan bahwa anak menyusu bukan hanya karena lapar, tetapi juga untuk mencari rasa nyaman. Karena itu, wajar bila anak tetap ingin menyusu walaupun sudah kenyang. Untuk memahami pola menyusu anak, simak juga alasan bayi seperti tidak berhenti menyusu.

Pengganti ASI Sesuai Usia Anak

NHS memberi panduan pengganti sesi menyusu yang berbeda menurut usia:

Usia anakPengganti sesi menyusu (NHS)
Di bawah 1 tahunSusu formula bayi, diberikan dengan botol atau, bila sudah di atas 6 bulan, dengan cangkir. ASI atau susu formula tetap menjadi minuman utama hingga minimal usia 1 tahun
1 tahun ke atasTidak perlu pengganti khusus selama anak sudah makan dan minum beragam makanan

Selain itu, NHS mengingatkan bahwa susu sapi tidak cocok sebagai minuman utama untuk anak di bawah 1 tahun, meskipun Anda boleh mencampurkannya ke dalam makanan. Untuk minuman lainnya, simak juga panduan kapan bayi boleh minum air putih.

Tips agar Anak Tidak Terlalu Rewel

Menurut Kemenkes, anak biasanya rewel saat mulai disapih. Karena itu, berikut beberapa saran dari artikel Kemenkes yang bisa Anda coba:

  • Pertama, sepakati rencana menyapih bersama pasangan. Menurut Kemenkes, ayah bisa bergantian menemani anak saat terbangun malam dan membantu mengalihkan perhatian ketika anak ingin menyusu.
  • Kedua, jelaskan kepada anak dengan bahasa sederhana yang mudah ia pahami.
  • Selanjutnya, siapkan kesabaran ekstra, karena wajar bila anak menangis atau ingin selalu dekat dengan ibunya pada awal proses.
  • Terakhir, beri pujian atau makanan dan minuman sehat yang ia sukai saat anak berhasil melewati satu sesi tanpa menyusu.

Di sisi lain, proses ini juga bisa menguras emosi ibu. Bila Anda merasa kewalahan, baca juga tips mengelola emosi ibu.

Merawat Payudara Selama Menyapih

Saat sesi menyusu berkurang, payudara bisa terasa penuh. Oleh karena itu, NHS menyarankan agar Anda tidak menghentikan menyusui secara mendadak. Bila mengalami radang payudara (mastitis), NHS menganjurkan tetap menyusui atau memerah ASI dengan tangan secukupnya, istirahat, mengenakan bra yang nyaman dan tidak ketat, serta mengompres payudara dengan kompres dingin. Untuk menjaga produksi ASI selama masih menyusui, Anda bisa membaca panduan frekuensi menyusui di malam hari.

Kapan Perlu ke Dokter?

Menurut NHS, tanda radang payudara antara lain area payudara yang bengkak, panas, nyeri, dan mungkin kemerahan, benjolan atau bagian yang mengeras, rasa nyeri seperti terbakar, serta gejala mirip flu seperti demam, menggigil, dan lelah. Segera periksakan diri ke dokter bila keluhan tidak membaik dalam 12 sampai 24 jam setelah perawatan di rumah.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi bila Anda butuh bantuan menyusun rencana menyapih, terutama bila anak masih di bawah 1 tahun.

Kesimpulan

Singkatnya, cara menyapih anak yang dianjurkan adalah bertahap, dengan mengurangi satu sesi menyusu setiap beberapa hari. WHO menganjurkan menyusui hingga 2 tahun atau lebih, tetapi waktu tepatnya tetap keputusan keluarga. Mulai hari ini, Anda bisa mencatat sesi menyusu anak dalam sehari untuk menentukan sesi mana yang paling mudah Anda kurangi lebih dulu.

Sumber rujukan

  1. WHO. 2026. Infant and young child feeding.
  2. NHS. 2023. How to stop breastfeeding.
  3. NHS. 2023. Mastitis.
  4. Kementerian Kesehatan RI. 2022. Pengaruh Penyapihan pada Kesehatan Anak.

Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.