Jangan Skip Menyusui di Malam Hari ! Begini Frekuensi & Durasi Menyusui Agar Produksi ASI Tetap Optimal
Menyusui adalah proses alami yang didasarkan pada prinsip supply and demand (permintaan dan penawaran). Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak pula ASI yang diproduksi oleh tubuh ibu. Oleh karena itu, Anda perlu memahami frekuensi dan durasi menyusui, terutama pada beberapa minggu pertama kehidupan bayi. Dengan frekuensi dan durasi menyusui yang tepat, bayi memperoleh nutrisi cukup dan Anda mencapai keberhasilan ASI eksklusif.
Mengenai Air Susu Ibu (ASI)
Air Susu Ibu (ASI) merupakan emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan mineral yang dihasilkan oleh kelenjar payudara. Sebagai makanan alami pertama bagi bayi, ASI mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.
ASI dibagi menjadi tiga tahap penting:
| Tahap ASI | Periode | Karakteristik Utama |
| Kolostrum | Beberapa hari pertama | Cairan kental, kaya protein dan antibodi (IgA) yang melindungi bayi dari infeksi. |
| ASI Transisi | Hari ke-3 hingga minggu ke-2 | Kadar lemak, laktosa, dan vitamin larut air meningkat; volume ASI bertambah. |
| ASI Matang | Setelah dua minggu | Dibagi menjadi foremilk (kaya air) dan hindmilk (kaya lemak dan energi). |
Kombinasi ketiganya memastikan bayi mendapat keseimbangan cairan dan nutrisi yang dibutuhkan sepanjang periode menyusui.
Frekuensi Menyusui Ideal pada Periode Newborn (0–1 Bulan)
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi baru lahir idealnya menyusu 8–12 kali dalam 24 jam, atau setiap 2–3 jam sekali. Frekuensi menyusui yang tinggi ini penting karena sistem pencernaan bayi masih berkembang dan ASI mudah dicerna, sehingga bayi cepat lapar kembali.
Manfaat Frekuensi dan Durasi Menyusui yang Cukup:
- Menstimulasi Hormon Laktasi. Menyusui sering membantu melepaskan hormon Prolaktin (produksi ASI) dan Oksitosin (pengeluaran ASI).
- Mencegah Bendungan ASI. Payudara yang rutin dikosongkan mengirim sinyal ke tubuh bahwa ASI terus dibutuhkan, sehingga produksi tetap stabil.
- Memenuhi Kebutuhan Kolostrum. Kolostrum mengandung zat gizi dan antibodi penting bagi kekebalan tubuh bayi.
Durasi Menyusui yang Tepat
Durasi menyusui berbeda pada setiap bayi, namun umumnya berkisar antara 20–45 menit per sesi pada minggu-minggu pertama. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan mengisap bayi, durasi ini biasanya menjadi lebih singkat, sekitar 15–30 menit per sesi.
Ibu sebaiknya membiarkan bayi menyelesaikan satu payudara terlebih dahulu sebelum berpindah ke sisi lain. Dengan begitu, bayi mendapatkan hindmilk yang kaya lemak dan mendukung kenaikan berat badan. Bayi yang sudah puas biasanya melepaskan puting sendiri.
Menyusui On Demand, Bukan Berdasarkan Jadwal yang Kaku
Prinsip utama dalam manajemen laktasi adalah menyusui on demand, yaitu mengikuti kebutuhan bayi, bukan berdasarkan jadwal tetap.
- Bila Anda menjadwalkan menyusui terlalu kaku (misalnya setiap 4 jam sekali), tubuh ibu bisa salah menafsirkan bahwa kebutuhan ASI menurun. Akibatnya, produksi ASI ikut berkurang.
- Selain itu, bayi yang lapar tetapi belum dijadwalkan menyusu akan mudah rewel dan sulit menempel dengan benar pada payudara. Karena itu, frekuensi dan durasi menyusui yang fleksibel sangat penting agar bayi tetap tenang dan tercukupi kebutuhannya.
Mengenali Tanda-Tanda Lapar Bayi
Ibu disarankan memulai menyusui saat bayi menunjukkan tanda lapar awal, bukan menunggu sampai bayi menangis. Menangis adalah tanda lapar yang terlambat.
| Tanda Lapar Awal | Tanda Lapar Menengah | Tanda Lapar Terlambat |
| Menggerakkan kepala dan mulut mencari puting | Merengek atau gelisah | Menangis keras |
| Menjulurkan lidah | Menggerakkan tangan ke mulut | Sulit ditenangkan |
Jika bayi tidur terlalu lama dan belum menyusu lebih dari 3–4 jam, ibu harus membangunkannya secara lembut. Hal ini akan menjaga frekuensi menyusui tetap terjaga.
Menyusui di Malam Hari
Penelitian menunjukkan bahwa kadar hormon Prolaktin lebih tinggi pada malam hari dibandingkan siang hari, dan ritme sirkadian hormon ini tetap berlangsung selama masa menyusui. Oleh karena itu, menyusui malam hari—terutama antara pukul 23.00 hingga 07.00—sangat penting untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.
Menjaga frekuensi dan durasi menyusui yang tepat merupakan kunci keberhasilan ASI eksklusif. Menyusui secara rutin, termasuk di malam hari, membantu mempertahankan produksi ASI dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi secara alami. Dengan menyusui sesuai kebutuhan, ibu tidak hanya memastikan tumbuh kembang bayi berjalan optimal, tetapi juga memperkuat ikatan emosional yang tak tergantikan antara ibu dan anak.
Referensi
- Stern, J. S., & Reichlin, S. (1990). Prolactin circadian rhythm persists throughout lactation in women. Neuroendocrinology, 51(1), 31–36.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2013). Nilai Menyusui. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui
- Rezeki, S., dkk. (2023). Determinan Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Glumpang Tiga. 9(1), 518–527.
