Tidak Hanya Cerdas, Anak Juga Butuh Etika Sejak Dini !
Banyak orang setuju kalau pintar itu penting, tapi pintar saja ternyata tidak cukup. Menurut penelitian, pendidikan di Indonesia saat ini memang berhasil membuat anak-anak lebih unggul dalam pengetahuan, tapi justru nilai moral dan karakter sering tertinggal. Inilah yang kemudian memunculkan banyak masalah, mulai dari pergaulan bebas, narkoba, sampai perilaku koruptif di masyarakat.
Dalam konteks ini, masa anak usia dini yang dikenal sebagai golden age menjadi sangat penting, karena pada periode emas inilah anak mengalami perkembangan pesat, baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Artinya, anak bukan hanya butuh kecerdasan akademik, tetapi juga bimbingan dalam akhlak dan etika yang harus dilakukan oleh orang tua sejak dini.
Pentingnya Mengajarkan Etika Sejak Dini
1. Golden age sebagai masa krusial perkembangan
Anak usia 0–6 tahun mengalami pertumbuhan mental dan otak yang sangat cepat. Oleh karena itu, perilaku yang mereka pelajari di masa ini akan sangat berpengaruh pada kehidupannya kelak. Anak pada usia dini dapat dengan mudah meniru perilaku, baik positif maupun negatif, sehingga pendidikan karakter harus ditanamkan sedini mungkin.
2. Membentuk kepribadian yang kuat
Etika merupakan pilar pembentukan kepribadian anak. Perilaku seseorang akan dipengaruhi oleh etika yang dimilikinya, dan etika yang tepat tidak muncul dengan sendirinya, melainkan melalui bimbingan serta pembinaan orang tua dan guru. Dengan menanamkan etika sejak dini, anak dapat membangun kontrol diri, memahami perbedaan baik dan buruk, serta bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
3. Mencegah perilaku tidak bermoral
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Dewi, dkk (2023), “pendidikan moral juga membantu dalam mengidentifikasi dan menangani perilaku tidak bermoral, yang membantu menumbuhkan lingkungan yang lebih bermoral dan adil”. Perilaku tidak bermoral bisa berupa perilaku kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas, dicegah sejak awal dengan pendidikan karakter yang sistematis.
Etika yang Perlu Diajarkan Orang Tua Sejak Dini
1. Etika berbicara dengan sopan
Anak diajarkan menggunakan bahasa yang santun, tidak membentak, dan menghargai lawan bicara. Orang tua bisa melatihnya lewat percakapan sehari-hari.
2. Menghormati orang lain dan yang lebih tua
Anak perlu dibiasakan menghargai orang di sekitarnya, mulai dari teman sebaya hingga menghormati orang yang lebih tua. Bentuknya sederhana, seperti menyapa, mengucapkan salam, mendengarkan dengan sopan, atau tidak memotong pembicaraan. Kebiasaan ini akan menumbuhkan rasa hormat sekaligus melatih anak memahami norma sosial.
3. Menjaga kebersihan dan kedisiplinan
Etika ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti merapikan mainan, mencuci tangan sebelum makan, atau mematuhi aturan rumah. Kebiasaan kecil ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin.
4. Sopan santun dalam pergaulan
Anak dibiasakan untuk antri, tidak menyela pembicaraan, serta menghormati teman sebaya. Orang tua bisa menggunakan permainan atau cerita untuk menanamkan nilai ini.
5. Empati dan kepedulian sosial
Anak diajarkan untuk peduli pada orang lain, membantu teman yang kesulitan, serta tidak mengejek perbedaan, baik itu perbedaan agama, aliran kepercayaan, suku, adat, bahasa, ras, etnis, pendapat, dan hal-hal lain yang berbeda dengan dirinya.
Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Etika
Orang tua adalah teladan utama dalam pembelajaran etika anak. Anak cenderung meniru perilaku orang terdekatnya, sehingga sikap sopan, jujur, dan disiplin yang ditunjukkan orang tua akan lebih mudah ditiru anak. Selain itu, keteladanan dan pembiasaan yang konsisten di rumah maupun di sekolah akan memperkuat pembentukan karakter anak.
Menurut penelitian, pembelajaran etika pada anak usia dini sebaiknya dilakukan dengan cara yang fleksibel, menyenangkan dan menyesuaikan dengan minatnya. Anak dibimbing aktif belajar sambil bermain, mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan dengan etika. Selain itu, orang tua perlu menghargai perbedaan individual, sehingga penting untuk merancang alternatif kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai etika, misalnya sopan santun.
Etika yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal berharga bagi anak dalam menghadapi kehidupan. Dengan dasar moral yang kuat, anak tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga mampu membawa diri dengan baik di tengah masyarakat.
Referensi :
1. Riyanto, A. 2015. Pendidikan Etika Membangun Kepribadian Anak Usia Dini. 1(1), 1-12.
2. Supiyardi, dkk. 2024. Pendidikan Karakter: Membangun Fondasi Moral dan Etika Melalui Pendidikan Anak Usia Dini. Action Research Jurnal Indonesia. 6(2), 76–87.
3. Dewi, A, dkk. 2023. Pendidikan Moral dan Etika Mengukir Karakter Unggul Dalam Pendidikan. Indonesia Jurnal of Civic Education. 3(2), 69-76.
