Saatnya Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Bernutrisi ! Ini Langkah Mudah Membuat Kompos Sendiri
Setiap hari, tumpukan sampah dapur selalu ada, mulai dari sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi, hingga sisa makanan seperti ikan, daging, ayam, dan udang. Tanpa disadari, sampah-sampah ini bisa menjadi masalah jika kita buang sembarangan. Mereka dapat menyebabkan penyakit dan mencemari udara, tanah, serta air.
Padahal, semua itu sebenarnya bisa jadi harta karun! Anda dapat mengubahnya menjadi kompos atau pupuk alami yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Kompos adalah “makanan” terbaik untuk tanah dan tanaman. Dengan membuat kompos sendiri, Anda bukan hanya menghemat uang, tetapi juga turut menjaga lingkungan. Yuk, kita pelajari cara membuat kompos dari sampah dapur dengan mudah di rumah!
Kenapa Kita Harus Bikin Kompos dari Sampah Dapur di Rumah?
Ada banyak alasan kenapa membuat kompos itu ide yang brilian, terutama bagi Anda yang peduli dengan lingkungan dan suka berkebun.
- Mengurangi Sampah. Sampah organik bisa mencapai 50% dari total sampah rumah tangga. Jadi, dengan mengompos, Anda mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Selain itu, kandungan airnya yang tinggi membuat sampah organik sering menimbulkan bau tidak sedap jika Anda biarkan menumpuk.
- Pupuk Gratis. Anda tidak perlu lagi membeli pupuk kimia. Sebaliknya, kompos dari sampah dapur buatan sendiri kaya nutrisi dan sangat baik untuk menyuburkan tanah.
- Tanaman Lebih Sehat. Tanaman yang mendapat kompos akan tumbuh lebih subur, memiliki akar yang lebih kuat, dan lebih tahan terhadap penyakit.
- Aktivitas Seru. Membuat kompos dari sampah dapur bisa menjadi hobi baru yang menyenangkan dan bisa Anda ajarkan kepada anak-anak.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
- Wadah Kompos: Anda bisa menggunakan ember plastik bekas, pot bunga besar, karung goni, atau kotak kayu. Dan yang tak kalah penting, pastikan wadah memiliki lubang ventilasi di bagian bawah dan samping agar sirkulasi udara lancar.
- Sampah Hijau (kaya nitrogen): Siapkan sisa sayuran, kulit buah, ampas teh atau kopi, rumput, dan daun hijau.
- Sampah Coklat (kaya karbon): Gunakan daun kering, ranting kecil, serutan kayu, serbuk gergaji, atau kertas koran yang disobek-sobek.
- Tanah: Siapkan secukupnya.
- Air: Pastikan Anda punya air untuk menjaga kelembapan.
- Aktivator Kompos (opsional): Tambahkan kotoran sapi, kompos yang sudah setengah jadi, atau bioaktivator seperti EM4 atau larva Black Soldier Fly (BSF).
Bahan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikomposkan
Sebelum mulai, penting untuk tahu jenis sampah apa saja yang bisa dan tidak bisa dijadikan kompos. Memisahkan bahan sejak awal sangat penting untuk menjaga kualitas kompos dan menghindari bau tidak sedap.
- Bisa Dikomposkan: Anda bisa menjadikan sebagian besar sisa dapur sebagai kompos, seperti sayuran, kulit buah, ampas kopi, sisa nasi, dan kulit telur.
- Tidak Bisa Dikomposkan: Hindari memasukkan bahan seperti minyak goreng, tulang, produk susu (yoghurt, keju, susu), plastik, logam, dan bahan berbahaya lainnya. Kenapa? Karena bahan-bahan ini tidak bisa terurai atau malah merusak proses pengomposan.
Panduan Praktis Membuat Kompos Mini
1. Menyiapkan Wadah dan Lapisan Dasar
- Pilih wadah yang akan Anda gunakan dan pastikan sudah ada lubang-lubang kecil. Selanjutnya,
- Letakkan wadah di tempat yang teduh dan mudah dijangkau.
2. Menyusun Lapisan Sampah
- Mulailah dengan memasukkan lapisan sampah coklat setebal 5-7 cm.
- Lanjutkan dengan lapisan sampah hijau dengan ketebalan yang sama.
- Agar proses penguraian lebih cepat, sebaiknya Anda mencacah atau memotong-motong sampah hijau ini menjadi lebih kecil.
- Untuk mempercepat prosesnya, Anda bisa menambahkan mikroba atau aktivator kompos. Anda bisa memakai kotoran sapi, kompos yang sudah setengah jadi, atau bioaktivator seperti EM4 atau larva BSF. Faktanya, sebuah penelitian membuktikan bahwa BSF lebih cepat mengurai sampah daripada EM4.
- Ulangi proses ini secara bergantian: lapisan coklat, lapisan hijau, dan sedikit tanah. Pastikan perbandingan sampah hijau dan coklat seimbang.
3. Menjaga Kelembapan dan Sirkulasi Udara
- Pastikan kompos tetap lembap. Apabila terlihat terlalu basah, tambahkan bahan kering seperti daun. Sebaliknya, jika terlalu kering, cukup semprotkan sedikit air.
- Aduk kompos secara berkala, minimal 3 hari sekali. Pengadukan ini membantu meratakan proses penguraian, mengurangi panas berlebih, dan mempercepat penguraian sampah menjadi partikel yang lebih kecil.
4. Memanen Kompos
- Proses pengomposan biasanya memakan waktu 2-3 bulan, tergantung bahan yang Anda gunakan dan seberapa sering Anda mengaduknya. Akan tetapi, dengan bantuan BSF, prosesnya bisa jauh lebih cepat.
- Kompos yang sudah matang akan berwarna coklat kehitaman, teksturnya gembur, dan tidak berbau sampah, melainkan seperti bau tanah segar.
- Saring kompos untuk memisahkan sisa-sisa yang belum terurai. Kompos yang sudah jadi siap Anda gunakan untuk menyuburkan tanaman.
Membuat kompos dari sampah dapur adalah cara sederhana dan efektif untuk mengurangi sampah serta memberikan nutrisi terbaik untuk tanaman Anda. Dengan sedikit usaha, Anda sudah bisa mengubah sampah dapur menjadi “emas” yang berharga. Yuk, mulai sekarang!
