Panduan Memilih Termometer Terbaik dan Cara Mengukur Suhu Anak yang Akurat
Mengukur suhu tubuh dengan akurat merupakan langkah dasar yang sangat penting saat menangani demam pada anak. Kesalahan dalam membaca suhu bisa membuat orang tua salah mengambil keputusan, misalnya memberikan obat padahal belum diperlukan (over-treatment) atau justru menyepelekan demam yang sudah tinggi (under-treatment). Oleh karena itu, memahami jenis termometer yang sesuai dan teknik pengukuran yang benar berdasarkan usia anak menjadi hal yang wajib diketahui setiap orang tua.
Jenis-Jenis Termometer
Saat memilih termometer, orang tua harus memprioritaskan keakuratan, kecepatan respons, dan kenyamanan penggunaan, terutama untuk anak kecil. Penting untuk diketahui, kita tidak menyarankan penggunaan termometer air raksa karena risiko keracunan jika pecah.
Berikut adalah jenis termometer digital yang umum digunakan dan pertimbangannya:
| Jenis Termometer | Keunggulan Utama | Akurasi Terbaik untuk Usia | Catatan Penting |
| Digital (Ujung Fleksibel) | Murah, akurat, serbaguna. | Semua usia (Rektal paling akurat untuk bayi < 3 bulan). | Membutuhkan waktu 10-60 detik. |
| Infrared Dahi (Temporal) | Sangat cepat (1-3 detik), non-invasif. | Anak 3 bulan ke atas. | Hasil bisa dipengaruhi keringat atau suhu ruangan. |
| Infrared Telinga (Timpani) | Sangat cepat, nyaman untuk anak yang kooperatif. | Anak 6 bulan ke atas. | Kita tidak merekomendasikan alat ini untuk bayi karena lubang telinga kecil. |
Saran Penggunaan: Untuk bayi di bawah 3 bulan, gunakan termometer digital untuk pengukuran rektal. Sebab, metode ini menghasilkan pengukuran paling akurat karena mendekati suhu inti tubuh. Sementara itu, untuk anak yang lebih besar (di atas 6 bulan), termometer dahi atau telinga bisa menjadi pilihan yang nyaman dan cepat.
Prinsip Keakuratan dan Cara Pengukuran
Akurasi suhu bergantung pada lokasi pengukuran. Sebagai tambahan informasi, orang tua perlu mengetahui bahwa definisi demam bervariasi tergantung di mana mereka mengukur suhu.
| Lokasi Pengukuran | Angka Demam (atau Lebih) | Tingkat Akurasi | Kelompok Usia Prioritas |
| Rektal (Dubur) | ≥ 38,0 ℃ | Paling Akurat (Suhu Inti) | Bayi 0–3 bulan |
| Ketiak (Aksila) | ≥ 37,2 ℃ | Kurang Akurat (Hasil sering lebih rendah) | Pemeriksaan awal cepat |
| Dahi (Temporal) | ≥ 38,0 ℃ | Akurat (jika digunakan sesuai petunjuk) | Anak 3 bulan ke atas |
1. Cara Mengukur Suhu Rektal (Paling Akurat)
Metode ini memberikan hasil yang paling mendekati suhu inti tubuh dan kami sangat anjurkan untuk bayi di bawah 3 tahun.
- Lembapkan ujung termometer digital dengan petroleum jelly (vaselin).
- Baringkan anak telungkup di pangkuan atau permukaan datar.
- Masukkan ujung termometer secara lembut sekitar 1,3 cm (0,5 inci) hingga 2,5 cm (1 inci) ke dalam rektum.
- Pegang anak agar diam dan tunggu hingga termometer berbunyi bip.
- Bersihkan termometer dengan alkohol 70% setelah selesai menggunakannya.
2. Cara Mengukur Suhu Ketiak (Paling Praktis)
Meskipun demikian, metode ini paling sering digunakan orang tua karena praktis, meskipun tidak seakurat pengukuran rektal.
- Pastikan ketiak anak dalam keadaan kering.
- Tempatkan ujung termometer digital tepat di tengah ketiak (menempel pada kulit).
- Tekan lengan anak ke badannya, pastikan kulit menutup termometer dengan rapat.
- Tunggu hingga termometer berbunyi. Jika hasilnya menunjukkan demam, ulangi pengukuran dengan metode rektal atau dahi untuk konfirmasi.
3. Cara Mengukur Suhu Dahi (Paling Nyaman)
Termometer inframerah dahi memungkinkan kita melakukan pengukuran tanpa kontak (non-kontak) atau dengan pemindaian cepat. Oleh karena itu, alat ini cocok untuk anak yang tidur atau rewel.
- Arahkan sensor termometer ke tengah dahi atau pindai sesuai petunjuk produsen (dari satu sisi dahi ke sisi lain).
- Pastikan tidak ada keringat berlebih atau rambut yang menghalangi.
- Hasil akan muncul dalam hitungan detik.
Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Pengukuran
Perlu diperhatikan, beberapa faktor eksternal dapat mengubah pembacaan termometer:
- Anak baru selesai mandi air hangat/panas.
- Anak berada di ruangan yang sangat panas atau tertutup selimut tebal.
- Anak melakukan aktivitas fisik tinggi (bermain) sebelum pengukuran.
- Terdapat sisa minuman panas/dingin di mulut (jika mengukur suhu oral).
Saran Tambahan: Jika salah satu kondisi di atas terjadi, berikan jeda waktu sekitar 15-30 menit sebelum mengukur kembali suhu anak.
Dengan demikian, pemahaman orang tua tentang jenis termometer yang tepat dan teknik pengukuran yang akurat dapat membantu mereka mengambil keputusan yang lebih tepat mengenai penanganan demam, baik itu dengan obat, kompres bawang merah, maupun mencari bantuan medis.
Referensi :
- Klinik Kemenkes. Cara Menggunakan Termometer yang Baik dan Benar. Diambil dari : https://upk.kemkes.go.id/new/cara-menggunakan-termometer-yang-baik-dan-benar?
- Edelu, et al. 2011. A comparison of axillry with rectal thermometry in under 5 children. 52(4), 207-210.
