Panduan Memilih Mainan Anak Berdasarkan Usia: Kunci Tumbuh Kembang Optimal
Hai Ayah dan Bunda! Siapa yang tidak senang melihat Si Kecil bermain dengan gembira ?
Memilih mainan anak yang tepat ternyata jauh lebih penting daripada sekadar memilih mainan yang lucu atau mahal. Mainan itu ibarat “alat kerja” anak. Melalui bermain, mereka belajar, berimajinasi, dan mengembangkan semua potensi. Oleh karena itu, panduan memilih mainan anak sangat penting agar permainan benar-benar mendukung perkembangan mereka.
Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa memilih mainan yang benar-benar bermanfaat? Melalui artikel ini, Ayah dan Bunda akan menemukan panduan memilih mainan anak berdasarkan usia agar permainan lebih bermakna, menyenangkan, sekaligus hemat biaya.
Kenapa Usia Anak Menjadi Penentu Utama?
Ayah dan Bunda perlu tahu, tahapan perkembangan anak itu berbeda-beda. Mainan yang efektif di satu usia belum tentu optimal di usia lain. Misalnya, bayi baru lahir tentu belum bisa bermain balok susun.
Maka dari itu, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menekankan pentingnya menyesuaikan jenis mainan dengan fase perkembangan anak agar stimulasi yang diberikan tepat sasaran. Mainan yang sesuai usia juga menjamin aspek keamanan mereka. Oleh sebab itu, panduan memilih mainan anak selalu dimulai dari melihat usia dan tahap perkembangan.
Panduan Memilih Mainan Anak Sesuai Fase Usia (0–6 Tahun)
Berikut adalah panduan memilih mainan anak berdasarkan kelompok usia spesifik, mulai dari bayi hingga pra-sekolah:
1. Usia 0–6 Bulan (Sensorik dan Motorik Halus Awal)
- Fokus: Stimulasi pancaindra.
- Pilihan Mainan: Kerincingan yang mudah digenggam, gantungan mainan dengan warna mencolok, atau cermin plastik antipecah.
- Aktivitas Tambahan: Jangan lupa permainan cilukba untuk bonding dan melatih penglihatan-pendengaran.
2. Usia 7–12 Bulan (Motorik Kasar Awal)
- Fokus: Mendukung aktivitas fisik seperti berguling, duduk, merangkak, dan berdiri.
- Pilihan Mainan: Bola, kubus, boneka, mobil plastik besar, atau cangkir susun untuk latihan mengambil-menaruh benda.
- Penting: Pastikan ukurannya besar dan tidak mudah tertelan.
3. Usia 1–2 Tahun (Berjalan dan Awal Bahasa)
- Fokus: Berjalan, bicara, meniru, dan imajinasi awal.
- Pilihan Mainan: Buku cerita bergambar, krayon non-toksik, telepon mainan, boneka, puzzle sederhana, atau peg board.
4. Usia 2–3 Tahun (Fisik dan Bahasa Berkembang)
- Fokus: Keterampilan bahasa dan fisik yang makin maju.
- Pilihan Mainan: Balok susun atau set konstruksi, permainan pasir dan air, dan mainan transportasi.
5. Usia 3–6 Tahun (Sosial dan Aturan)
- Fokus: Belajar bersosialisasi dan memahami aturan.
- Pilihan Mainan: Board game sederhana (seperti ular tangga), puzzle lebih kompleks, kostum profesi, alat seni, sepeda, dan bola untuk motorik kasar.
- Alternatif Seru: Ayah dan Bunda bisa mengenalkan permainan tradisional seperti engklek, layangan, ular naga, lompat tali, congklak, dan bola bekel. Ini juga bagian penting dari panduan memilih mainan anak yang kaya nilai budaya.
Kualitas Bermain Lebih Penting dari Kuantitas Mainan
Ayah dan Bunda, ada satu poin menarik dari penelitian Dauch, et al. (2018) yang perlu kita ketahui. Penelitian ini menyebutkan bahwa lingkungan dengan jumlah mainan yang lebih sedikit justru menghasilkan kualitas bermain yang lebih tinggi.
Hal ini terjadi karena anak yang bermain dengan sedikit mainan memiliki fokus lebih baik dan mengeksplorasi secara kreatif. Sedangkan, terlalu banyak mainan malah membuat anak bingung dan cepat bosan. Maka dari itu, Ayah dan Bunda tidak perlu membanjiri kamar anak dengan banyak mainan. Coba terapkan sistem rotasi mainan (simpan sebagian mainan dan keluarkan bergantian), misalnya seminggu sekali. Tindakan ini bisa membuat anak merasa seperti mendapat mainan baru tanpa harus membeli banyak.
Selain itu, pilih mainan yang multifungsi, bukan yang jumlahnya banyak. Misalnya, satu set balok bisa digunakan untuk banyak permainan imajinatif. Dan jangan lupa, keterlibatan Ayah dan Bunda dalam bermain jauh lebih berharga daripada jumlah mainan itu sendiri.
Tips Keamanan dalam Panduan Memilih Mainan Anak
Selain usia, IDAI juga memberikan panduan memilih mainan anak dari segi keamanan, keselamatan, dan kesehatan:
- Cek Label SNI: Selalu pastikan mainan memiliki label SNI (Standar Nasional Indonesia) yang menjamin keamanannya.
- Ukuran Aman: Untuk anak di bawah 3 tahun, hindari mainan yang kecil agar tidak tertelan (risiko tersedak).
- Bentuk dan Bahan: Pilih mainan yang tidak runcing/tajam, non-toksik, kokoh, dan mudah dicuci.
Memilih mainan anak bukan soal merek atau harga, tetapi soal kesesuaian usia, keamanan, dan jumlah yang tepat. Yuk, Ayah dan Bunda mulai selektif memilih mainan berdasarkan usia dan lakukan rotasi agar rumah tetap rapi, anak pun senang!
Referensi :
1. IDAI. 2017. Pemilihan Mainan Anak Sesuai Fase Perkembangan. Diambil dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/cerdas-memilih-mainan-anak
2. Dauch, C., et al. 2018. The influence of the number of toys in the environment on toddlers’ play. 78-87.
3. Republika. 2023. Pakar Sarankan Orang Tua Cermat dalam Memilih Mainan untuk Anak. Diambil dari : https://ameera.republika.co.id/berita/roiteo423/pakar-sarankan-orang-tua-cermat-dalam-memilih-mainan-untuk-anak
