Mengenal Perawatan Metode Kanguru untuk BBLR
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, seperti ketidakstabilan suhu tubuh, gangguan pernapasan, serta risiko infeksi. Di Indonesia, jumlah bayi BBLR masih cukup tinggi dan menyumbang angka kematian neonatal. Padahal, ada cara sederhana dan efektif yang dapat meningkatkan peluang hidup bayi BBLR, yaitu skin to skin contact atau Kangaroo Mother Care (KMC).
Mari kita bahas lebih lanjut tentang perawatan metode kanguru dan manfaat pentingnya bagi bayi BBLR.
Rekomendasi WHO dan Kemenkes
- WHO merekomendasikan kita memulai pemberian KMC sedini mungkin, terutama pada bayi BBLR dan prematur, karena terbukti menurunkan angka kematian neonatal hingga sekitar 25%. Tenaga medis dapat memulai metode ini segera setelah bayi lahir, sehingga bayi mendapatkan manfaat KMC sejak awal kehidupan.
- Kemenkes RI juga mendukung penerapan KMC sebagai salah satu intervensi penting dalam perawatan bayi BBLR. Kemenkes menilai KMC efektif, mudah dilakukan, serta tidak membutuhkan peralatan medis canggih sehingga kita dapat menerapkannya di fasilitas kesehatan maupun di rumah.
Manfaat Penting Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi BBLR
Perawatan KMC memberikan berbagai manfaat krusial untuk pemulihan dan pertumbuhan bayi BBLR:
1. Menjaga Suhu Tubuh Bayi Tetap Stabil
Salah satu tantangan utama bayi BBLR adalah kesulitan mereka menjaga suhu tubuh karena lapisan lemaknya sangat tipis. Dalam kondisi ini, bayi mudah mengalami hipotermia.
- Kontak kulit ke kulit antara bayi dan orang tua membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil tanpa peralatan medis yang mahal. Tubuh ibu bahkan dapat menyesuaikan suhu secara alami untuk menghangatkan bayi.
- Berbagai penelitian juga menunjukkan suhu tubuh bayi meningkat secara signifikan hanya dalam waktu singkat setelah KMC. Ini membuktikan KMC adalah intervensi yang sangat efektif untuk menjaga kestabilan suhu bayi BBLR.
2. Menstabilkan Tanda Vital dan Menekan Risiko Kematian
KMC membantu menstabilkan tanda vital bayi seperti detak jantung, pernapasan, dan saturasi oksigen.
- Bayi yang mendapatkan KMC cenderung memiliki kondisi fisiologis yang lebih stabil dibandingkan dengan bayi yang hanya dirawat dalam inkubator.
- Kondisi yang stabil ini mempercepat pemulihan dan menurunkan kebutuhan perawatan intensif.
- WHO juga mencatat pemberian KMC sedini mungkin dapat menurunkan risiko kematian neonatal hingga sekitar 25%.
3. Mendukung Pertambahan Berat Badan dan Keberhasilan ASI
Ketika suhu tubuh dan tanda vital bayi stabil, energi tidak lagi terbuang untuk bertahan hidup. Energi tersebut dapat dialihkan untuk tumbuh dan berkembang.
- Penelitian menunjukkan bayi BBLR yang mendapatkan KMC mengalami peningkatan berat badan harian yang lebih baik dibandingkan bayi yang tidak menerima perawatan ini.
- Selain itu, KMC juga mendukung proses menyusui. Bayi merasa lebih aman dan nyaman saat berada di dada orang tua, sehingga refleks menyusu meningkat.
- Kemenkes mencatat KMC membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi BBLR.
Pelaksanaan KMC dan Dukungan Keluarga
Meskipun kita menyebutnya Kangaroo Mother Care, pelaksanaannya tidak terbatas pada ibu saja.
- Ayah atau anggota keluarga lain yang telah mendapat edukasi juga dapat melakukannya, terutama saat ibu dalam masa pemulihan pascapersalinan. Dukungan keluarga sangat penting agar kita dapat meneruskan perawatan ini, baik di rumah sakit maupun di rumah.
- Kita dapat memulai KMC segera setelah tenaga medis menyatakan bayi stabil.
- Jika bayi menunjukkan tanda bahaya (seperti kesulitan bernapas, perubahan warna kulit, atau suhu tubuh yang tidak stabil), kita harus menghentikan perawatan sementara dan memberikan pengawasan tenaga kesehatan.
Bentuk Pelaksanaan KMC
| Bentuk Pelaksanaan | Deskripsi |
| KMC Intermiten | Kita lakukan beberapa jam per hari saat kondisi bayi belum sepenuhnya stabil. |
| KMC Kontinu | Kita lakukan dalam durasi lebih lama setelah bayi stabil, bahkan saat pemberian nutrisi masih melalui pipa lambung. |
Posisi: Bayi tegak di dada orang tua, hanya mengenakan popok dan topi, kemudian orang tua menyelimutinya bersama.
Durasi: Minimal per sesi sekitar satu jam dan kita lakukan sesering mungkin. Semakin sering kontak kulit ke kulit, semakin besar manfaat yang bayi peroleh.
Lebih dari Sekadar Sentuhan
Perawatan metode kanguru bukan hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara bayi dan orang tua.
- Sentuhan kulit ke kulit merangsang pelepasan hormon oksitosin yang menenangkan bayi, membantu meningkatkan produksi ASI, serta menurunkan tingkat stres pada ibu.
- Bayi yang merasa tenang memiliki kualitas tidur yang lebih baik, menyusu lebih efektif, dan mengalami pertambahan berat badan lebih cepat.
Skin to skin bukan sekadar bentuk kasih sayang, melainkan langkah nyata yang dapat menyelamatkan hidup bayi dan memberikan mereka awal kehidupan yang lebih kuat dan sehat.
Referensi :
- Kemenkes RI. 2025. Kangaroo Mother Care: Sentuhan Ajaib untuk Si Kecil Prematur.
- Woku, B. et al. 2005. Kangaroo Mother Care: A Randomized Controlled Trial on Effectiveness of Early Kangaroo Mother Care for the Low Birthweight Infants in Addis Ababa, Ethiopia.
- Boundy, et al. 2016. Kangaroo Mother Care and Neonatal Outcomes: A Meta-Analysis. Pediatrics, 137(1).
- WHO Immediate KMC Study Group. 2021. Immediate Kangaroo Mother Care and Survival of Infants with Low Birth Weight. N Engl J Med, 384(21).
- Kemenkes RI. 2023. Perawatan Metode Kanguru: Perawatan Bayi Prematur dengan Hangatnya Cinta Orangtua.
