Kunci Sukses ASI Eksklusif: Memahami Onset Laktasi dan Mengatasi ASI yang Terlambat Keluar
ASI eksklusif merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi selama enam bulan pertama, mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan ibu. Meskipun manfaatnya sudah dikenal luas, pemberian ASI eksklusif di masyarakat masih menghadapi berbagai kendala.
Data & Tantangan Pencapaian ASI Eksklusif
Berdasarkan penelitian:
- Pada tahun 2021, cakupan ASI eksklusif untuk bayi usia 0–6 bulan di Indonesia mencapai 71,58%, meningkat dari 69,62% pada tahun sebelumnya.
- Namun, di DKI Jakarta, persentase bayi yang menerima ASI eksklusif sebesar 65,63%, dan di Jakarta Selatan hanya 32,41%, angka ini jauh di bawah target nasional (80%).
- Di tingkat global, angka pemberian ASI eksklusif juga masih lebih rendah dari yang diharapkan.
Salah satu penyebab utama rendahnya cakupan ini adalah terlambatnya onset laktasi (laktogenesis II).
Apa Itu Onset Laktasi?
Onset laktasi adalah waktu saat ASI mulai keluar dalam jumlah signifikan, ditandai dengan payudara terasa keras, bengkak, dan kolostrum keluar.
- Waktu Normal: Biasanya terjadi 2–3 hari setelah persalinan.
- Risiko Keterlambatan: Jika proses ini tertunda, ASI keluar lebih lambat, bayi bisa lapar, dan orang tua mungkin tergoda memberi makanan selain ASI (prelaktal), yang dapat memengaruhi keberhasilan ASI eksklusif.
- Komplikasi: Keterlambatan onset laktasi yang tidak ditangani dapat menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, dan komplikasi, termasuk kuning pada bayi akibat menyusui.
Proses Terbentuknya ASI (Mekanisme Hormonal)
ASI terbentuk melalui interaksi kondisi fisik, emosional, dan hormon. Dua hormon utama yang berperan adalah Prolaktin dan Oksitosin.
| Hormon | Peran | Mekanisme Kerja |
| Prolaktin | Produksi ASI | Setelah plasenta keluar, hormon progesteron dan estrogen menurun, sementara prolaktin meningkat untuk memulai produksi ASI. |
| Oksitosin | Pengeluaran ASI (Let-down Reflex) | Saat bayi menyusu, hormon ini membuat otot di sekitar kelenjar susu berkontraksi, sehingga ASI mengalir keluar. |
Meskipun kadar prolaktin menurun setelah beberapa hari, produksi ASI tetap berlangsung karena rangsangan menyusui. Semakin sering dan tuntas payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang dihasilkan untuk menjamin keberlanjutan ASI Eksklusif.
Faktor-Faktor Kunci yang Mempengaruhi Onset Laktasi
Beberapa faktor dapat memengaruhi kecepatan keluarnya ASI:
- Inisiasi Menyusu Dini (IMD): Menyusui bayi dalam 1 jam pertama setelah lahir merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga ASI keluar lebih cepat.
- Tingkat Kecemasan Ibu: Ibu primipara atau yang baru pertama kali melahirkan caesar cenderung mengalami stres. Stres meningkatkan hormon kortisol, yang dapat menurunkan oksitosin dan menunda keluarnya ASI.
- Frekuensi Menyusu: Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak rangsangan ke payudara, sehingga produksi ASI meningkat dan onset laktasi lebih cepat.
- Status Gizi Ibu: Nutrisi yang cukup mendukung produksi ASI. Ibu dengan gizi kurang berisiko mengalami keterlambatan onset laktasi.
- Tingkat Pengetahuan Ibu: Ibu yang memahami teknik menyusui, frekuensi, dan pentingnya pengosongan payudara biasanya lebih percaya diri, sehingga onset laktasi terjadi lebih cepat dan mendukung capaian ASI eksklusif.
Tips Praktis untuk Mendukung Onset Laktasi
- Lakukan IMD: Menyusui bayi segera setelah lahir membantu hormon laktasi bekerja.
- Ciptakan kondisi tenang: Cari posisi yang nyaman dan rileks agar ASI lebih lancar keluar.
- Menyusui atau memerah rutin: Lakukan dalam 24 jam pertama untuk merangsang payudara.
- Tetap dekat dengan bayi: Kontak kulit ke kulit membantu ASI keluar lebih cepat.
- Perhatian khusus pasca-caesar atau komplikasi: Onset mungkin sedikit tertunda, tapi dapat didukung dengan menyusui lebih sering.
- Pijat oksitosin: Pijatan ringan pada punggung atau tulang belakang merangsang hormon oksitosin, sehingga ASI lebih mudah keluar.
Dengan memahami proses terbentuknya ASI dan faktor-faktor yang memengaruhi onset laktasi, ibu dapat lebih percaya diri dalam menyusui. Rutinitas menyusui, kondisi yang nyaman, dan perawatan yang tepat akan membantu ASI keluar lebih lancar, mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Referensi
- Kesumaningsih, dkk. (2012). Onset Laktasi Terlambat Sering Terjadi Pada Primipara. 1(3), 150-155.
- Hadianti, D. N., dkk. (2016). Pijat Oksitosin dan Frekuensi Menyusui Berhubungan dengan Waktu Pengeluaran Kolostrum pada Ibu Post Sectio Caesarea di RS Kota Bandung. 4(3), 148-156.
- IDAI. (2013). Laktogogue: Seberapa Besar Manfaatnya? Diakses dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya
- Zahra, dkk. 2023. Hubungan Inisiasi Menyusu Dini, Tingkat Kecemasan, Dan Frekuensi Menyusui Terhadap Onset Laktasi Pada Ibu Postpartum Di Rsud Jagakarsatahun 2022. 2(7), 2405-2419.
