Jangan Remehkan Kurang Tidur, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan !
Tidur merupakan kebutuhan mendasar manusia, sama pentingnya dengan makan dan bernapas. Saat tidur, tubuh memperbaiki dirinya sendiri, menyeimbangkan hormon, dan memulihkan tenaga setelah beraktivitas seharian. Tidur juga membantu mengurangi stres dan rasa cemas, memperbaiki sel-sel yang rusak, memperkuat daya tahan tubuh, serta menyimpan energi. Selain itu, tidur cukup dapat meningkatkan konsentrasi, sehingga kita lebih mudah fokus saat melakukan kegiatan sehari-hari.
Sayangnya, ditengah tuntutan aktivitas jaman sekarang tidur sering kali menjadi hal yang dikorbankan. Banyak orang menganggap kurang tidur hanya berakibat mengantuk di siang hari, padahal risikonya bisa jadi jauh lebih serius. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, hingga kualitas hidup seseorang.
Hal-hal yang Mempengaruhi Kualitas Tidur
Kurang tidur tidak hanya terjadi begitu saja, ada banyak faktor yang bisa menjadi pemicunya. Setiap orang mungkin memiliki penyebab yang berbeda, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu. Berikut beberapa hal yang sering mempengaruhi kualitas tidur :
1. Lingkungan
Lingkungan sekitar bisa membantu atau justru mengganggu tidur. Hal-hal seperti suhu kamar, sirkulasi udara, pencahayaan, dan kebisingan sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur seseorang.
2. Kelelahan
Tubuh yang terlalu lelah justru bisa membuat tidur tidak nyenyak. Semakin lelah seseorang, kualitas tidurnya sering kali menurun.
3. Penyakit
Rasa sakit akibat penyakit atau luka bisa membuat tidur terganggu. Orang yang sedang sakit sebenarnya butuh waktu tidur lebih lama, tetapi sering sulit tidur karena rasa nyeri.
4. Gaya hidup
Pekerja dengan jadwal shift sering kesulitan menjaga pola tidur. Untuk itu, penting mengatur kegiatan harian agar tetap bisa tidur di waktu yang tepat. Kondisi tubuh yang rileks sebelum tidur juga membantu agar lebih mudah terlelap. Selain itu, terlalu lama menggunakan gadget sebelum tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur karena cahaya biru menekan hormon tidur dan membuat otak tetap aktif.
5. Obat-obatan dan Alkohol
Beberapa jenis obat dapat memengaruhi kualitas tidur, misalnya obat diuretik yang bisa menyebabkan sering terbangun, atau antidepresan yang mengurangi kualitas tidur. Minum alkohol berlebihan juga bisa membuat tidur menjadi tidak nyenyak.
6. Merokok
Nikotin pada rokok bersifat merangsang tubuh, sehingga perokok biasanya lebih sulit tidur dibandingkan yang tidak merokok. Banyak orang merasa tidurnya lebih nyenyak setelah berhenti merokok.
Dampak Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, kurang tidur dapat mengganggu fungsi otak. Sebuah studi menjelaskan bahwa mahasiswa yang sering begadang mengalami penurunan konsentrasi, kesulitan mengingat materi, serta menurunnya motivasi belajar. Kurang tidur juga membuat seseorang lebih mudah tersinggung, sulit mengendalikan emosi, dan rentan terhadap stres. Tidak jarang, hubungan sosial ikut terganggu karena munculnya konflik interpersonal akibat kestabilan emosi yang menurun. Selain itu, begadang 1–2 malam saja sudah bisa membuat daya tahan tubuh menurun sementara. Contohnya, seseorang jadi gampang flu atau merasakan tubuh lemas karena sistem imun melemah.
Dampak Jangka Panjang
Jika terjadi terus-menerus, kurang tidur menimbulkan efek serius pada tubuh. Penelitian dalam Jurnal Kedokteran Gaya Hidup Amerika mengungkapkan bahwa tidur kurang dari tujuh jam per malam meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner.
Kurang tidur terbukti dapat mengganggu keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh. Akibatnya, produksi hormon yang mengatur rasa lapar, rasa kenyang, serta kadar gula darah menjadi tidak stabil. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa lapar, sulit mengendalikan nafsu makan, dan berisiko mengalami peningkatan berat badan maupun gangguan metabolik lainnya.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, tidak cukup hanya sekali dua kali mencoba. Diperlukan kebiasaan yang dilakukan dengan konsisten agar hasilnya benar-benar terasa. Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:
1. Biasakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.
2. Hindari minuman berkafein atau beralkohol sebelum tidur.
3. Ciptakan suasana kamar yang tenang, sejuk, dan nyaman.
4. Kurangi penggunaan gadget, setidaknya hentikan 1 jam sebelum tidur.
5. Luangkan waktu untuk berolahraga 3–4 kali seminggu selama minimal 30 menit
6. Jika kurang tidur sudah berlangsung lama atau ada penyakit penyerta seperti diabetes, sebaiknya konsultasi ke tenaga medis.
Kurang tidur adalah masalah yang sering dianggap biasa, padahal dampaknya bisa sangat luas bagi kesehatan. Dari menurunnya konsentrasi, munculnya gangguan emosi, hingga meningkatnya risiko penyakit kronis, semua bisa terjadi jika kebutuhan tidur diabaikan. Oleh karena itu, membiasakan diri tidur cukup tidak hanya memberi rasa segar saat bangun, melainkan juga menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan stabilitas emosi.
Referensi :
1. Shah, A. S. et al. 2025. Effects of Sleep Deprivation on Physical and Mental Health Outcomes: An Umbrella Review. 0(0), 1-15.
2. Madelu, et al. 2025. Dampak Kurang Tidur akibat Begadang terhadap Fungsi Kognitif dan Konsentrasi pada Mahasiswa. 5(2), 93-101.
