Jangan Anggap Remeh Kolesterol Tinggi pada Usia Muda !
Banyak orang masih beranggapan bahwa kolesterol tinggi hanya menyerang orang lanjut usia. Padahal kenyataannya, kasus kolesterol tinggi pada usia muda justru terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun, dan karenanya menjadi perhatian serius.
Menurut penelitian tahun 2022 yang mengutip data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi kadar kolesterol tinggi di Indonesia mencapai 39,4% pada kelompok usia 15–34 tahun. Angka ini melonjak menjadi 52,9% pada kelompok usia 35–59 tahun. Terlebih lagi, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2024 yang dipublikasikan GoodStats, prevalensi kolesterol total didominasi oleh kelompok usia 15–24 tahun, bahkan mengalahkan kelompok usia lanjut. Temuan ini dengan jelas menegaskan adanya lonjakan kasus kolesterol tinggi pada usia muda dalam beberapa tahun terakhir.
Angka-angka ini adalah peringatan serius. Sebab, gaya hidup modern yang meliputi pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, dan stres berkepanjangan membuat risiko kolesterol tinggi tidak lagi memandang usia. Oleh karena itu, jika Anda membiarkannya, kolesterol tinggi pada usia muda akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke lebih cepat daripada yang kita bayangkan.
Memahami Bahaya Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
Kolesterol adalah lemak alami yang tubuh produksi dan juga kita peroleh dari makanan. Zat ini terbagi menjadi dua jenis utama: LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol “jahat” dan HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol “baik”. Kolesterol berperan penting dalam membentuk sel dan hormon. Namun, jika kadarnya berlebihan, terutama LDL, kolesterol akan menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan.
Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal (≥240 mg/dL). Penumpukan ini dapat memicu beberapa masalah kesehatan, di antaranya:
- Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah).
- Tekanan darah tinggi.
- Penyakit jantung dan stroke.
Sayangnya, proses ini sering tidak menimbulkan gejala pada usia muda. Akibatnya, kolesterol tinggi pada usia muda sering luput dari deteksi hingga masalah kesehatan yang lebih serius muncul.
Faktor Risiko Utama Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
Gaya hidup modern menjadi pemicu utama kolesterol tinggi pada usia muda. Jadi, faktor-faktor risiko yang harus Anda waspadai meliputi:
- Pola Makan Buruk: Konsumsi makanan cepat saji, gorengan, dan minuman manis yang mempercepat penumpukan lemak.
- Kurang Aktivitas Fisik
- Kebiasaan Merokok: Kebiasaan ini merusak dinding pembuluh darah.
- Stres dan Kurang Tidur: Kedua hal ini dapat memengaruhi metabolisme lemak tubuh.
Langkah Pencegahan Melawan Kolesterol Tinggi
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Anda bisa memulai langkah-langkah ini untuk menjaga tubuh dari kolesterol tinggi pada usia muda, misalnya:
- Atur Pola Makan: Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan gorengan. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian.
- Rutin Beraktivitas Fisik: Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan sudah cukup untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
- Kelola Stres dan Tidur Cukup: Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup dan memiliki mekanisme yang sehat untuk mengelola stres.
Selain itu, Anda dapat mencoba jus belimbing wuluh yang dipercaya membantu menurunkan kolesterol tinggi. Sebuah studi menunjukkan bahwa, konsumsi 100 ml jus belimbing wuluh dua kali sehari selama tiga hari efektif menurunkan kadar kolesterol. Kandungan vitamin C, flavonoid, riboflavin, saponin, dan pektin membantu melarutkan lemak dalam darah sehingga tidak menumpuk di pembuluh darah.
Kapan Seharusnya Cek Kolesterol?
Banyak anak muda merasa tidak perlu periksa kolesterol karena “masih muda”. Padahal, Anda sebaiknya memulai pemeriksaan kolesterol sejak usia 20 tahun, terutama bila Anda memiliki faktor risiko. Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi kolesterol tinggi pada usia muda lebih awal sehingga Anda bisa melakukan pencegahan dan pengobatan sebelum komplikasi terjadi.
Pemeriksaan kolesterol idealnya Anda lakukan setiap 4–6 tahun sekali untuk orang sehat, dan lebih sering jika Anda memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko lain. Oleh karena itu, mari bertindak sekarang ! Jangan biarkan kebiasaan menunda menghambat kesehatan jangka panjang Anda. Jadikan skrining kolesterol sebagai bagian penting dari rutinitas kesehatan Anda, apa pun usia Anda.
Referensi :
Syarfaini, dkk. 2020. Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Kolestrol Pada Aparatur Sipil Negara. 13(1), 53-60.
American Heart Association. What Your Cholesterol Levels Means. Diambil dari: https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol/what-your-cholesterol-levels-mean?
Salwan, dkk. 2022. Pengaruh Pemberian Jus Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Penderita Kolesterol di Wilayah Kerja Puskesmas Kabawo Kabupaten Muna Tahun 2022. 9(3), 19-25.
GoodStats. 2024. Banyak Anak Muda di Indonesia Memiliki Kadar Kolesterol yang Tinggi. Diambil dari : https://data.goodstats.id/statistic/banyak-anak-muda-di-indonesia-memiliki-kadar-kolesterol-yang-tinggi-xpYy6?
